Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Soroti Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Dindik Bangka Tengah Tegaskan Pentingnya Peran Guru BK

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah lakukan berbagai upaya dalam rangka penangangan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Dok/Dindik Bangka Tengah
FGD oleh Dindik Bateng tentang peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pencegahan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, Senin (12/9/2022) di Hotel Santika Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah melakukan berbagai upaya untuk penangangan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Bangka Tengah mulai menyusun program dan kebijakan untuk mengatasi permasalah tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam Pencegahan Perundungan dan Pelecehan Seksual di Lingkungan Sekolah, Senin (12/9/2022) di Hotel Santika Bangka.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar berkata, FGD tersebut digelar dalam rangka merespon rilis data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bangka Tengah dimana terdapat 29 kasus kekerasan terhadap anak yang tercatat periode Januari-Agustus 2022.

Beberapa diantaranya bahkan adalah kasus kekerasan seksual/pelecehan seksual terhadap anak.

"Misalnya kasus terakhir di bulan agustus lalu dimana telah terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa terdekat dalam lingkar keluarga," ucap Iskandar dalam rilis yang disampaikan kepada Bangkapos.com, Selasa (13/9/2022).

Baca juga: Pemda Wajib Gunakan 2 Persen DTU untuk Bansos, Pj Gubernur Babel Segera Rumuskan Tata Cara Realisasi

Baca juga: TPP ASN Naik 20 Persen Per 1 Oktober 2022, Hal Ini yang Jadi Alasan Wali Kota Pangkalpinang

Menurut dia, hal ini tentunya menjadi alarm bagi kita bersama bahwa kekerasan terhadap anak baik berupa perundungan dan pelecehan seksual kerap terjadi di lingkungan kita baik lingkungan sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. 

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Bangka Tengah, Esdras Silverius Bangun, menyampaikan, kegiatan FGD ini menghadirkan seluruh Guru Bimbingan Konseling se-Kabupaten Bangka Tengah.

Selain itu, ada juga ketua komunitas dengan harapan untuk menambah wawasan dan penguatan fungsi guru bimbingan konseling sesuai dengan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam permendikbud tersebut, ditetapkan bahwa "Bimbingan dan Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli untuk mencapai kemandirian dalam kehidupannya".

"Kemudian layanan bimbingan dan konseling memiliki tujuan membantu konseling mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir," jelas Esdras.

FGD oleh Dindik Bateng tentang peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pencegahan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, Senin (12/9/2022) di Hotel Santika Bangka.
FGD oleh Dindik Bateng tentang peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pencegahan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, Senin (12/9/2022) di Hotel Santika Bangka. (Dok/Dindik Bangka Tengah)

Oleh karena itu pihaknya berharap, melalui pertemuan ini wawasan dalam pencegahan perundungan dan pelecehan seksual dapat semakin bertambah.

Dengan begitu, nantinya secara bersama-sama kita dapat menyusun formulasi kebijakan dalam rangka mencegah terjadinya perundungan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak kita.

"Beberapa rekomendasi yang ditetapkan secara bersama oleh peserta FGD yaitu salah satunya adalah pembentukan satuan tugas (satgas) anti perundungan dan pelecehan seksual tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa sampai tingkat sekolah yang melibatkan seluruh komponen pemerintahan, penyelenggara pendidikan dan masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Beberapa Jam Dilanda Hujan Deras, Puluhan Rumah Warga Rawa Bangun Bangka Selatan Terendam Banjir

Baca juga: Setor Pajak dan PNBP PT Timah Tbk Tembus 1,96 Triliun pada Tahun Pertama 2022

Senada, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Jenjang SD Kabupaten Bangka Tengah, Azizah mengungkapkan, perilaku kenakalan anak-anak harus diimbangi dengan peningkatan kepedulian masyarakat dan aparat desa.

"Misalnya melalui pengaktifan kembali razia pengendalian titik kumpul anak-anak dan remaja di atas jam normal aktivitas pelajar di seluruh desa se-Kabupaten Bangka Tengah," sarannya.

( Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra/Rilis)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved