Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ada Ratusan Nakes Honorer Pemprov Bangka Belitung, Formasi PPPK Hanya 27 Orang

Pada tahap pertama seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ada formasi untuk sekitar 27 tenaga kesehatan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dr Andri Nurtito. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Honorer tenaga kesehatan (Nakes) di Pemerintahan Provinsi Bangka Belitung ada sekitar 200 orang lebih.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dr Andri Nurtito saat ditemui bangkapos.com, Rabu (14/9/2022).

"Pastinya gak tahu tapi kira-kira ada 200-an lebih di rumah sakit, di laboratorium dan dinas kesehatan, honorer pemprov," ujar dr Andri.

Dia membeberkan dari total tersebut, pada tahap pertama seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ada formasi untuk sekitar 27 tenaga kesehatan.

"Kami sudah ada disetujui oleh pemerintah pusat, untuk tahap pertama ini ada sekitar 27 tenaga kesehatan di tahun 2022 ini, itu sudah disetujui sebagiannya dokter spesialis, sisa ada perawat dan lainnya," kata dr Andri.

Dia menambahkan untuk tahun 2023 ke depan, akan ada lagi untuk formasi tenaga kesehatan untuk seleksi Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Tahun 2023 ada lagi, kalau 2022, kalau syarat jelasnya tanya BKD ya. Tapi yang jelas prioritas tenaga teknis seperti dokter, perawat dan apoteker," katanya.

Sementara untuk dokter non ASN dikatakan oleh dr Andri, tetap bisa mengikuti seleksi Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai formasi yang telah disiapkan.

"Nanti sesuai dengan formasi yang dibuat pemerintah pusat, bisa mengikuti PPPK, tapi ada arahan dari pimpinan kami, dokter dengan kebutuhan mendesak itu nanti akan kami biayai dengan skema lain yang dibenarkan, misalnya melalui BLUT dan pembiayaan kegiataan," katanya.

Dia menambahkan nanti, jumlah tenaga kesehatan PPPK akan lebih sedikit bila dibandingkan jumlah honorer saat ini.

"PPPK ini biaya pendapatan sedikit lebih tinggi dengan PHL. Sehingga dengan otomatis dengan kemampuan keuangan kita yang tetap maka jumlah PPPK akan lebih sedikit dengan jumlah PHL yang ada sekarang," kata dr Andri.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved