Breaking News:

Mengintip Rezeki Pemulung di Babel, Perantau Asal Bandung Batal Menambang Timah Beralih ke Sampah

Pekerjaan memulung ternyata cukup menggiurkan. Pemulung di Pangkalpinang berhasil meraup ratusan ribu perhari.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Unang Gusnadi pemulung yang ditemui di simpang lampu merah RSDKT, Kota Pangkalpinang, Rabu (14/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pekerjaan memulung ternyata cukup menggiurkan. Pemulung di Pangkalpinang berhasil meraup ratusan ribu perhari.

Mudahnya mengais rejeki di Kota Pangkalpinang, membuat Aryani melakoninya sejak anak kecil hingga kini berusia 17 tahun.

Dari hasil pekerjaannya tersebut, Aryani mengungkapkan terkadang mampu mendapatkan uang Rp200 ribu per harinya.

Aryani pun tak menampik uang Rp200 ribu per harinya itu tentunya bukan didapatkan dari hasil mulung barang bekas saja.

Tetapi, jumlah uang yang didapatnya itu merupakan pemberian masyarakat Kota Pangkalpinang.

Baca juga: Hati-hati Jemaah Umrah Jika Melihat Wanita Menawarkan Gunting di Arab Saudi, Ini yang Akan Terjadi

"Keliling setiap hari lah kalau badan gak sakit, kalau mulung udah lama dari anak ku masih kecil sampai sekarang anak ku udah 17 tahun. Kalau dikasih orang kadang dapat Rp200 ribu lebih setiap harinya, tapi kadang tengah sepi di bawah Rp 100 ribu juga ada," ucap Aryani, kepada bangkapos.com, Minggu (11/9/2022).

Meski mendapatkan uang yang cukup lumayan besar itu, Aryani sengaja mengajak anaknya yang masih berumur lima tahun untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Tak peduli panas terik matahari hingga dinginnya hujan, dengan menggunakan gerobak buah hatinya hanya diberikan payung untuk dapat bertahan saat ibu lima orang anak ini berkeliling Kota Pangkalpinang.

"Biasa dari pagi sampai magrib, tapi gak tentu lah keliling kampung dul atau Girimaya biasanya. Kalau anak ada lima, ini diajak untuk nemenin bekisah lah biar gak sepi," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Mantan TKW di Hongkong Dikasih Rumah di Barcelona oleh Suaminya, Seperti Ini Potret Rumahnya

Pilih Memulung daripada Menambang

Berawal dari niat memperbaiki perekonomian, Unang Gusnadi (57) warga Bandung justru harus menjadi seorang pemulung di Kota Pangkalpinang sejak kedatangannya 2006 silam.

Duduk santai ditemani gerobaknya, Unang pun membagikan kisahnya kala pertama kali diajak rekannya untuk beradu nasib di kota dengan slogan kota beribu senyuman.

"Awalnya diajak teman kerja timah Tambang Inkonvensional (TI), tapi pas sudah datang ke sini gak jadi. Dari pada gak ada duit buat makan buat hidup, ya mending mulung gini lah yang penting bisa makan," ujar Unang saat ditemui di simpang lampu merah RSDKT, Rabu (14/9/2022).

Kenakan baju lusuh dengan wajah lesu, Unang pun mengatakan mencari barang bekas di Kota Pangkalpinang kini tak semudah ketika awal kedatangannya tempo dulu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved