Breaking News:

Kisah Eko Pujianto, Awal Merantau Jadi Sopir Kini Usaha Kebabnya Melantai di Bursa Saham

Eko Pujianto bahkan tercatat jadi CEO termuda dari seluruh perusahaan di Indonesia saat IPO untuk pertama kalinya di BEI.

Instagram/ekopjto
Eko Pujianto, CEO Kebab Baba Rafi 

BANGKAPOS.COM - Kebab Turki Baba Rafi menjadi salah satu UMKM yang menembus pasar global.

Perusahaan yang berjualan kebab dan bahan baku makanan tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten RAFI.

Siapa sangka, keberhasilan Kebab Turki Baba Rafi hingga bisa menawarkan Initial Public Offering (IPO) di bursa saham digawangi oleh anak muda.

Bahkan pemilik PT Sari Kreasi Boga, Tbk tercatat jadi CEO termuda dari seluruh perusahaan di Indonesia saat IPO untuk pertama kalinya di BEI.

Baca juga: Rahasia Suami Punya 8 Istri Muda Tinggal Serumah, Tiap Malam 2 Orang Tunggu Giliran, Semuanya Memuji

Baca juga: Hacker Bjorka Kembali Muncul, Kali Ini Beri Tanggapan Soal Remaja Cirebon

Baca juga: Inilah Pemberlakuan Aturan Terbaru Pembelian Pertalite di SPBU, Roda Dua Maksimal Rp 50 Ribu/Hari

Adalah Eko Pujianto, alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan secara eksponensial setelah sebelumnya hampir bangkrut.

Diceritakan Eko di laman UNS, Kebab Turki Baba Rafi bermula dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) gerobakan dan kini bisa berkembang menjadi salah satu jaringan waralaba kebab terbesar di dunia.

Eko Pujianto yang saat ini menjabat sebagai CEO Kebab Turki Baba Rafi/PT Sari Kreasi Boga Tbk ini mengaku bahwa sebelumnya bahkan tidak menekuni dunia bisnis sejak awal.

Ia bahkan pernah menjadi sopir saat pertama kali merantau ke Jakarta.

"Saat merantau ke Jakarta saya bekerja sebagai sopir. Tapi di sisi lain saat itu saya juga ngikutin salah satu orang yang punya bisnis bagus. Hal ini kemudian membuat saya belajar juga tentang financial," terang Eko seperti dikutip dari laman UNS, Jumat (15/9/2022).

Eko bersyukur Kebab Turki Baba Rafi dapat terus bertumbuh dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kebabnya bahkan sudah buka cabang di 10 negara.

"Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki 1.300 cabang di 10 negara dalam waktu 13 tahun," ungkap Eko.

Setelah berhasil IPO, Eko merasa luar biasa bangga. Karena end level dari sebuah perusahaan adalah yang terbuka.

Dengan adanya IPO, tim dan manajemen perusahaan diharapkan semakin terkelola dengan baik, rapi, juga profesional.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved