Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pelaku Usaha Cemas Jika Perusahaan Ekspedisi Naikan Tarif Pengiriman

Perusahaan jasa ekspedisi bakal menaikkan tarif pengiriman logistik seiring adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
teknik otomotif dot com
Ilustrasi harga BBM terbaru 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Perusahaan jasa ekspedisi bakal menaikkan tarif pengiriman logistik seiring adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Penyesuaian ini dilakukan demi menyiasati lonjakan biaya produksi akibat naiknya komponen biaya bahan bakar.

Informasi kenaikan tarif pengiriman ini sedikitnya membuat pelaku usaha cemas lantaran bakal mempengaruhi penjualan.

Seperti diakui Tini (26), pelaku usaha fashion yang kerap mengirimkan pesanan ke luar Pulau Bangka. Ia khawatir jika kenaikan pengiriman akan signifikan.

"Kalau naiknya signifikan takut bakal memengaruhi penjualan sih, cuma kalau naiknya sedikit tidak masalah lah," kata Tini kepada Bangkapos.com, Kamis (15/9/2022).

Kata Tini, sekali pengiriman ke luar Pulau Bangka bisa hingga 25 Kilogram paket. "Jadi kalau naiknya signifikan belum kebayang berapa harganya, tapi khawatir nanti bakal pengeruhi penjualan, orang-orang nanti mikir lagi untuk beli karena ongkirnya mahal," sebutnya.

Senada dengan Tini, Listika (50), pedagang minuman di Kota Pangkalpinang mengaku harap-harap cemas jika akan ada kenaikan tarif untuk pengiriman logistik.

Kata Listika, sekali pengiriman barang kebutuhannya dari Lampung bisa hingga puluhan bahkan ratusan kilogram.

"Sekali ngirim barang tu sampai ratusan ribu untuk ongkir saja, karena bahan kebutuhan pokok kita itu dari Lampung, seperti gelas, cup seller dan banyak lagi. Jadi kalau naiknya signifikan lumayan terasa lah ya," sebutnya.

Bahkan, ia sudah memprediksi memang bakal ada kenaikan harga pengiriman barang seiring dengan kenaikan BBM.

"Waktu BBM naik sudah mulai khawatir sebetulnya, bagaiaman kalau naiknya banyak. Terpaksa kita juga menaikkan harga jual disini, sedikit susah kalau harus menaikkan harga itu, pasti semua penjual galau,"keluhnya.

Dia berharap, kenaikan pengiriman barang per kilogramnya nanti tidak terlalu tinggi sehingga masih bisa berjualan dan mendapatkan untung.

"Semoga naiknya tidak banyak, jadi masih untung karena mau tidak mau kita harus tetap jualan walaupun naik ya tetap ngirim barang," ujarnya. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved