Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Masjid Agung Kubah Timah Resmi Dibangun, Begini Kisah Molen

Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah di Kota Pangkalpinang, resmi dimulai pada hari ini, Jumat (16/9/2022).

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Kubah Timah di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA –- Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah di Kota Pangkalpinang, resmi dimulai pada hari ini, Jumat (16/9/2022). Dimana pembangunan masjid yang menelan dana Rp64 miliar itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn), Moeldoko.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil memaparkan, bagaimana cerita rencana penggagas pembangunan Masjid tersebut. Hal itu bermula dari kerinduan dan keinginan masyarakat akan adanya sebuah Masjid Agung.

Sudah selayaknya sebuah kabupaten/kota harus memiliki Masjid Agung. Sedangkan Kota Pangkalpinang yang akan menginjak usia ke-265 tahun ini belum sama sekali memiliki Masjid Agung. Hingga akhirnya ia mengajak diskusi semua pemangku kepentingan termasuk Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia setempat

“Ini berawal dari bahwa di Pangkalpinang ini belum ada sebuah masjid agung, yang namanya kota Kabupaten itu harus ada masjid agung dan posisinya di tengah kota,” kata dia kepada  Bangkapos.com.

Dalam penentuan lokasi pembangunan ujar Molen sapaan akrab Maulan Aklil, juga penuh liku-liku. Sebelumnya pembangunan Masjid Kubah Timah akan dibangun di bekas Polres Pangkalpinang yang saat ini dijadikan Polsek Taman Sari.

Dengan strategi hibah dana sebesar Rp10 miliar untuk membangun Polres di tempat baru. Akan tetapi hal itu terganjal oleh regulasi. Akhirnya, pembangunan masjid itu ditetapkan di kawasan bekas Gudang Bulog dengan luas lahan 5.852 meter persegi.

Namun saat ini juga masih ada kendala, yang mana terdapat kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) di depan lahan tersebut. Nantinya akan ditukar guling dengan lahan yang ada di Taman Dealova.

“Kami menghadap Pak Menteri BPN. Bangunan ini akan tukar guling hibah dengan kita di kawasan Taman Dealova, tiga bangunan dikasih ini di tahun ini juga,” beber Molen.

Tak berhenti di situ, penganggaran pembangunan masjid ini sempat terkendala, terlebih dikaitkan dengan politik. Padahal dalam membangun rumah ibadah butuh kesabaran. Pembangunan bakal menggunakan anggaran tahun jamak atau Multi Year Contract (MYC) dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) daerah serta sumbangan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan masyarakat umum.

Masjid ini dibangun bersebelahan dengan gereja tertua di Bangka Belitung yakni Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha. Bahkan diklaim bakal menjadi satu-satunya rumah ibadah yang memiliki ornamen timah, selain masjid di Palestina yang hanya memiliki kubah berlapis timah.

“Masjid ini juga sudah ada yayasan khusus, nanti para pengurus akan bergerak secara masif untuk sumbangan pada masyarakat, kita independen,” sebutnya.

Menurutnya, masjid ini akan menjadi kenang-kenangan di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu dia mengajak semua pihak untuk bekerja tulus dan ikhlas dan membuang sifat iri, dengki serta negatif berpikir. Nantinya masjid ini seperti Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta.

Ini untuk menunjukan keberagaman umat beragama. Bahkan ke depan salib gereja akan dibuat dari timah, begitu pula dengan ornamen klenteng.

“Alangkah indahnya ikonnya adalah gereja, masjid dan kelenteng yang ornamennya dari timah. Ini satu-satunya bukan hanya di Indonesia bahkan dunia,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved