Breaking News:

TBC Penyakit Menular Lewat Udara, Dokter Spesialis Paru Siloam Hospital Beberkan Mitos dan Faktanya

Berbicara tentang mitos dan fakta soal TBC, bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit keturunan, disebut dr Liyah adalah mitos.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dokter Spesialis Paru Siloam Hospital Bangka, dr Liyah Giovana dalam Bincang Sehat bertema Mitos & Fakta Tuberculosis, Sabtu (17/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi bakteri yang biasanya menginfeksi organ tubuh yakni paru-paru.

Namun ada juga organ lain seperti ginjal, tulang belakang atau otak juga mungkin terlibat dalam infeksi bakteri ini.

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular, menyebar dari orang ke orang melalui udara seperti melalui batuk dan bersin.

"TBC merupakan penyakit tertua di seluruh dunia, tapi masalahnya sampai sekarang gak tuntas-tuntas. Tak hanya di Indonesia tetapi di dunia. Tuberkulosis ini diinfeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis," ujar Dokter Spesialis Paru Siloam Hospital Bangka, dr Liyah Giovana dalam Bincang Sehat bertema Mitos & Fakta Tuberculosis, Sabtu (17/9/2022).

Kata dr Liyah, ada beberapa gejala yang menunjukan seseorang menderita TBC, seperti batuk yang biasa lebih dari dua minggu hingga berdarah, berat badan menurun, demam dan nafsu makan menurun.

"Namun semua itu gejala yang mesti kita buktikan, itu baru suspek TBC, dengan melakukan pemeriksaan. Jadi gak bisa melihat secara langsung," kata dr Liyah.

Berbicara tentang mitos dan fakta soal TBC, bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit keturunan, disebut dr Liyah adalah mitos.

"Mitosnya di masyrakat ini penyakit keturunan padahal bukan, jadi TBC ini menular, misal ayahnya TBC, dalam satu rumah dan kontak erat berarti bisa ditular ke anaknya, karena ada penularan, bukan karena gen," kata dr Liyah.

Selain itu, dia mengatakan TBC bisa saja menyerang semua kalangan, tak pandang sosial ekonomi, sebab TBC penyakit yang penularan.

"Orang dengan ekonomi lebih tidak menutup kemungkinan bisa terkena TBC. Kenapa ada mitos orang yang ekonomi rendah sering TBC, itu karena penularan gampang, apalagi ekonomi rendah atau pemukiman kumuh dan padat seperti kota besar, saling berdekatan, ventilasi tidak baik maka TBC juga gampang menular," kata dr Liyah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved