Breaking News:

Berita Sungailiat

Pasca Pungutan Ekspor Dihapus Belum Mampu Dongkrak Harga TBS Sawit di Bangka

Pasca kebijakan pemerintah menghapuskan pungutan ekspor (PE) CPO sejak 15 Juli 2022 lalu ternyata belum mampu mendongkrak kembali harga TBS.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Kegiatan panen TBS kelapa sawit di kebun Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Pasca kebijakan pemerintah menghapuskan pungutan ekspor (PE) CPO sejak 15 Juli 2022 lalu hingga diperpanjang kembali saat ini ternyata belum mampu mendongkrak kembali harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani mandiri ke harga di atas Rp2.500 per kilogram TBS kelapa sawit.

Hal ini diungkapkan Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin. kepada Bangkapos.com'> Bangkapos.com, Minggu (18/09/2022).

"Untuk harga TBS kelapa sawit di 9 perusahaan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bangka saat ini masih stabil rerata Rp1.900 per kg TBS, sedangkan di tingkat petani kelapa sawit mandiri masih di antara Rp1.500-Rp1.600 per kilogram TBS kelapa sawit," kata Tipek, sapaan akrab Jamaludin.

Baca juga: Rekrutmen PPPK Dibuka Minggu Ketiga September 2022, Guru dan Nakes Diprioritaskan

Baca juga: Ikut Andil HUT Kota Pangkalpinang, Bank Sumsel Babel Siap Geliatkan UMKM

Menurutnya, berdasarkan data harga TBS kelapa sawit yang dikeluarkan Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 14 September 2022 lalu tercatat harga TBS kelapa sawit di tingkat pabrik kelapa sawit yang paling rendah Rp1.700 per kg TBS dan yang paling tinggi Rp2.050 per kg TBS kelapa sawit.

"Sedangkan penetapan harga TBS kelapa sawit untuk pekebun mitra perusahaan PKS pada bulan September ini antara Rp1.720 per kg TBS hingga Rp2.080 per kg TBS kelapa sawit," kata Tipek.

Diakuinya, apalagi saat ini pasca kenaikan BBM juga menjadi faktor tidak terdongkraknya harga TBS kelapa sawit petani mandiri, karena biaya angkut hasil panen TBS kelapa sawit dari kebun ke pabrik mengalami kenaikan.

"Seperti untuk biaya angkut TBS kelapa sawit wilayah Kecamatan Pemali ke pabrik sebelum kebaikan BBM hanya Rp240 per kg TBS dan setelah kenaikan BBM menjadi Rp270 per kg TBS kelapa sawit, dan biaya angkut ini bila jarak semakin jauh maka biaya juga semakin meningkat," jelasnya,

Sementara itu Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Medali Emas Manurung mengatakan sejak pungutan ekspor (PE) dibebaskan pemerintah memang membuat harapan bagi petani kelapa sawit di mana harga TBS petani akan membaik sampai akhir Oktober 2022.

“Pasca pungutan ekspor sawit dibebaskan, tetapi tanda-tanda semakin naiknya harga TBS belum kunjung terlihat,” kata Gulat, sapaan akrabnya, Minggu (18/09/2022).

Diungkapkannya, sampai 8 September 2022 harga TBS petani mandiri di 22 provinsi masih rerata Rp1.836/kg (data Posko Harga TBS APKASINDO). Sedangkan harga TBS petani bermitra rerata dari 22 provinsi Rp 2.000/kg. 

Sementara harga TBS petani bermitra di provinsi seperti Sumut, Riau, Jambi, Sumbar sudah berada di Rp2.100-2.500/kg.

"Memang harga TBS petani mandiri di beberapa provinsi sudah ada yang Rp2.000-2150/kilogram, tapi sebagian besar provinsi lainnya masih menyedihkan," ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa perpanjangan penghapusan tarif pungutan ekspor ditujukan untuk merangsang normalnya hubungan hulu-hilir yang sempat terganggu saat larangan ekspor dan pasca pencabutan larangan ekspor CPO dan turunannya.

“Harus diakui bahwa kombinasi penghapusan tarif pungutan ekspor dan kebijakan flush-out tidak diperpanjang berhasil sedikit mendongkrak harga TBS. Memang membuat petani atau pekebun mulai merasakan manfaatnya.
Jadi kalau baru mulai naik langsung diberlakukan kembali pungutan ekspor, tentu akan turun kembali atau jangan-jangan bisa lebih rendah sebelum pungutan ekspor dinolkan,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved