Breaking News:

Leres Lurus Laras Pangkalpinang Gelar Latihan Perdana Karawitan Gamelan Jawa

Latihan ini merupakan awal pengenalan alat musik tradisional berupa gamelan bagi masyarakat dan generasi muda

Penulis: Edy Yusmanto CC | Editor: Edi Yusmanto
ist Komunitas Pengrawit
Komunitas Pengrawit (pemusik gamelan) 'Leres Lurus Laras' Pangkalpinang menggelar latihan perdana Karawitan Gamelan Jawa di Vihara Satya Dharma Pangkalpinang, Sabtu (17/9/2022) 

BANGKAPOS.COM - Komunitas Pengrawit (pemusik gamelan) 'Leres Lurus Laras' Pangkalpinang menggelar latihan perdana Karawitan Gamelan Jawa di Vihara Satya Dharma Pangkalpinang, Sabtu (17/9/2022).

Kegiatan ini terlaksana di bawah koordinasi LPSKB Sriwijaya Babel.

Latihan ini merupakan awal pengenalan alat musik tradisional berupa gamelan bagi masyarakat dan generasi muda khususnya untuk melestarikan budaya dan tradisi Nusantara yang tumbuh di Bangka Belitung.

Selain berlatih karawitan tujuan kegiatan bersama ini juga dalam rangka meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan sebagai perwujudan dari gerakan moderasi beragama dalam bingkai Bhineeka Tunggal Ika.

Gamelan adalah ansambel atau perpaduan beberapa alat musik tradisional, seperti gambang, saron, bonang, seruling, rebab, gendang, gong dan sebagainya.

Perpaduan ini memiliki sistem nada non diatonis yang menyajikan suara indah jika dimainkan secara harmonis. Kata gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa, 'Gamel' yang artinya memukul atau menabuh.

Gamelan memiliki sejarah yang panjang dalam peradaban masyarakat Indonesia sejak masa kerajaan pada abad ke-8 sampai abad ke -11.

Kemunculan gamelan berkembang dari kerajaan Hindu Budha di wilayah Sumatera, Bali, dan Jawa. Hal tersebut tampak pada monument Stupa Borobudur yang terpahat pada gambar relief ansambel gamelan di zaman kerajaan Sriwijaya pada abad ke-6 sampai 13 masehi.

Keluarga kerajaan dan bangsawan pada saat itu diharapkan mempelajari dan menguasai instrumen ini. Bahkan zaman dulu, seseorang yang bisa bermain gamelan dianggap memiliki sifat berani dan bijaksana.

Gamelan pada era kerajaan Majapahit sangat berkembang pesat sampai ada jadwal pertunjukan gamelan di pengadilan masa itu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimas Buddha wilayah Bangka Belitung, Penyelenggara Bimas Buddha kota Pangkalpinang, Ketua Wanita Buddhis Babel Ki Dhalang Winarto, Ki Suparmo, segenap guru agama Buddha dan seorang guru kesenian sekolah Siska Wuri serta anggota komunitas karawitan Pangkalpinang lainnya.

"Marilah kita bersama sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia bangga dan tidak malu dengan budaya-budaya Nusantara karena ini adalah wujud Jati Diri Bangsa Indonesia, semoga Bangsa dan Negara Indonesia Jaya, Rahayu, Kamulyaning Nusatara, Saddhu," kata Pembimas Buddha wilayah Bangka Belitung dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Senin (19/9/2022). (*)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved