Breaking News:

Berita Kriminal

Dugaan Korupsi Bantuan Dana Parpol, Baru Satu Partai Politik Diusut Jaksa, Begini Kata Kasi Pidsus

Pengusutan bantuan keuangan partai politik (Parpol), baru dilakukan terhadap satu Parpol saja, yakni DPC Partai Demokrat Pangkalpinang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com
Ilustrasi koruptor atau korupsi 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, Saiful Anwar, Selasa (20/9/2022) menyatakan, pengusutan bantuan keuangan partai politik (Parpol), baru dilakukan terhadap satu Parpol saja, yakni DPC Partai Demokrat Pangkapinang. Sementara itu untuk pengusutan ke Parpol lainnya, belum dilakukan.

"Untuk Parpol yang tengah kami selidiki itu baru Partai Demokrat. Kalau Parpol lainnya belum pernah," kata Saiful dikonfirmasi Bangkapos.com,Selasa (20/9/2022). 

Rangkaian penyelidikan bantuan Parpol Demokrat tersebut melibatkan 21 orang, mulai pihak  Kesbangpol, penyelenggara dan pihak Parpol penerima bantuan.

"21 orang yang kami periksa ini adalah rangkaian penyelidikan dari Partai Demokrat tadi, bukan ke Parpol lainnya," jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Jaksa Penyelidik Kejari Pangkalpinang mendalami kasus  dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan wewenang.

Di mana surat pertanggung-jawaban wewenang tersebut tidak sesuai ketentuan terhadap bantuan keuangan Politik Tahun 2019 - 2021.

Kepala Seksi Intelijen, Kejari Pangkalpinang, Waher Tulus Jaya Tarihoran, menyebut Tanggal 21 Juli 2022, tim penyidik mulai melakukan permintaan keterangan.

"Tim penyelidik telah memeriksa 21  orang. Mulai dari  pihak Pemkot pangkal pinang, penyelenggara Pemilu dan penerima bantuan  keuangan partai politik," kata Waher, Kamis (25/8/2022) malam lalu.

Selain itu lanjut Waher, tim juga telah mendapatkan bukti pendukung berupa dokumen-dokumen yang relevan dan saat ini tim sedang melakukan perhitungan kerugian keuangan negara.

"Permintaan keterangan dilakukan guna kepentingan penyelidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi," jelasnya.

"Sampa saat ini, tim masih bekerja untuk menemukan ada tidaknya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penerima bantuan partai politik," kata Waher ketika itu. ( Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

 

 


 
 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved