Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Yuk Dimanfaatkan, Rekrutmen PPPK Guru di Pangkalpinang Ada Pelamar Prioritas  

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, resmi mendapatkan 130 kuota rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Tahun 2022 ini.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
Istimewa
ILUSTRASI: Pemerintah akan membuka rekrutmen PPPK 2022. Formasi yang disediakan pada rekrutmen PPPK 2022 untuk pegawai honorer tahun ini sebanyak 1.086.128 orang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA –– Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, resmi mendapatkan 130 kuota rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Tahun 2022 ini.

Di mana 118 kuota di antaranya diperuntukan bagi PPPK guru dan 12 formasi sisanya untuk PPPK tenaga kesehatan. Rencananya proses seleksi akan dimulai pada pekan ketiga dan keempat bulan September 2022 ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal menyebutkan, terdapat berapa kriteria yang akan menjadi prioritas PPPK pada tahun ini. Terutama khusus bagi rekrutmen PPPK guru.

Mereka yang memenuhi kriteria dipastikan dapat lolos dan menjadi aparatur sipil negara (ASN) guru di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

“Memang ada beberapa kriteria yang menjadi prioritas PPPK guru pada tahun 2022 ini,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (20/9/2022).

Fahrizal menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK Untuk Jabatan Fungsional Guru Pada Instansi Daerah ada beberapa kriteria prioritas.

Terdapat kategori dan persyaratan pelamar. Terutama pelamar yang dapat melamar sebagai PPPK jabatan fungsional guru pada terdiri atas kategori pelamar prioritas dan pelamar umum. Pelamar prioritas terbagi dalam beberapa kategori seperti pelamar prioritas I, pelamar prioritas II dan pelamar prioritas III.

Untuk pelamar prioritas I yakni tenaga honorer kategori atau THK-II, guru non-ASN yang, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) dan guru swasta yang memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK jabatan fungsional guru.

Lalu, pelamar prioritas II yakni guru non-ASN yang memenuhi nilai ambang batas pada seleksi PPPK guru Tahun 2021 yang merupakan THK-II. Sedangkan pelamar prioritas III yakni lulusan PPG yang merupakan guru non-ASN di sekolah negeri yang terdaftar di Dapodik dan memiliki masa kerja paling rendah tiga tahun.

“Mekanisme yang lulus passing grade, dengan urutan tenaga honorer kategori II, kemudian honor negeri lulusan PPG yang lulus passing grade, penilaian kesesuaian atau seleksi,” terang Fahrizal.

Untuk proses tahapan seleksi lanjut dia, ada seleksi prioritas bagi pelamar prioritas I dengan menggunakan hasil seleksi Tahun 2021. Yakni seleksi kompetensi I meliputi kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural serta seleksi kompetensi II dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas yang dilakukan dengan wawancara.

Sehingga pelamar memilih jabatan yang sama pada seleksi kompetensi I dan seleksi kompetensi II maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir paling tinggi. Apabila pelamar memilih jabatan yang berbeda pada seleksi kompetensi I dan seleksi kompetensi II maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir pada seleksi kompetensi II terlebih dulu.

Seleksi kompetensi bagi pelamar prioritas II dan pelamar prioritas III dilakukan dengan menilai kesesuaian. Kualifikasi akademik, kompetensi, kinerja dan pemeriksaan latar belakang.

“Tahun 2022 ini utamakan untuk yang lulus passing grade tahun kemarin. Nanti akan di ranking kembali dari passing grade dengan urutan nilai teknis manajemen sosio kultural dan wawancara. Dengan prioritas penempatan honorer K2 honor negeri, lulusan PPG dan honorer swasta,” urainya.

Kendati demikian kata Fahrizal, untuk mekanisme rekrutmen PPPK tenaga kesehatan akan dilakukan melalui proses seleksi. Oleh karena itu dia berharap, para guru honorer yang telah lulus passing grade pada tahun 2021 lalu dan tidak lolos menjadi PPPK dapat memanfaatkan momentum ini.

“Jadi tetap prioritaskan yang lulus passing grade tahun kemarin. Jadi apabila sudah terpenuhi dengan passing grade sudah terisi selesai. Tinggal pengusulan posisi PPPK. Untuk kesehatan itu akan seleksi, karena belum ada mekanisme dari kesehatan,” tegas Fahrizal. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved