Breaking News:

Arab Saudi Temukan 'Harta Karun' Baru, Tambang Emas dan Tembaga Ditemukan di Madinah

Arab Saudi selain diberikan kelimpahan hasil tambang berupa minyak bumi, negara tersebut bakal makin kaya dengan adanya penemuan tambang emas dan...

Kompas.com
Ilustrasi Arab Saudi diperkirakan akan tambah kaya setelah ditemukan tambang emas dan bijih tembaga di Madinah 

BANGKAPOS.COM -- Arab saudi semakin kaya. Negeri Raja Salman itu kini memiliki 'harta karun' baru.  

Dikabarkan, Arab Saudi telah menemukan emas dan biji tembaga di Madinah.

Seperti diketahui, Arab Saudi selain diberikan kelimpahan hasil tambang berupa minyak bumi, negara tersebut bakal makin kaya dengan adanya penemuan tambang emas dan biji tembaga.

Penemuan tambang emas baru itu diumumkan pada Kamis (15/9/2022) lalu.

Selain tambang emas, Arab Saudi juga mengumumkan penemuan tambang bijih tembaga.

Badan Survei Geologi negara kerajaan tersebut mengatakan situs tambang emas itu berada di Aba al-Raha yang berada di Madinah, Arab Saudi.

Baca juga: Inilah Mobil dan Motor yang Tak Boleh Lagi Beli Pertalite Mulai September 2022, LCGC Amankah?

Baca juga: Foto Luna Maya Berjemur di Pantai Waecicu Bikin Shin Tae-yong Kepincut, Netizen: Ingat Istri Coach

Baca juga: 11 Detik Video Gisel dan Wijin Viral di TikTok Jadi Sorotan, Terciduk Manja dan Nempel Mulu

Baca juga: Cerita Aiptu Hairullah, Polisi yang Nyaris Tewas saat Kepalanya Ditembak Perampok dari Jarak 1 Meter

Baca juga: Amalan Ini Sebaiknya Dilakukan Istri pada Suami Setiap Pagi, Kata Ustaz Abdul Somad Bentuk Kemuliaan

Sementara tambang bijih tembaga ditemukan di empat titik lokasi di kawasan al-Madi, juga di Madinah.

Dilansir dari Al-Arabiya, penemuan ini diperkirakan akan menarik investasi hingga memperkuat perekonomian Aran Saudi.

Penemuan tambang emas itu diperkirakan akan menarik investasi dengan nilai hingga sebesar USD533 juta atau sekitar Rp8 triliun.

Per tambangan sendiri pada saat ini adalah salah satu sektor penting dalam Visi 2030 yang dicanangkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau Pangeran Salman.

Pada Juni lalu, ketika Putra Mahkota Saudi itu mengumumkan prioritas nasional untuk sektor penelitian dan pengembangan, tambang jadi fokus utamanya.

Pada Mei, Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi menguraikan rencana untuk menarik investasi senilai USD32 miliar atau sekitar Rp480 triliun ke sektor per tambangan.

Target kementerian sendiri adalah mendanai sembilan proyek per tambangan mineral dan logam midstream.

Sebelumnya, pada Januari, Profesor Abdulaziz bin Labon, Ketua Asosiasi Geologi Saudi mengatakan kepada kantor berita Arab Saudi, SPA, bahwa negara kerajaan itu adalah rumah bagi lebih dari 5.300 lokasi mineral.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved