Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Berawal dari Paket Mencurigakan, Polres dan Loka POM Belitung Bongkar Penjualan 3.000 Tramadol

Tim gabungan Sat Res Narkoba Polres Belitung bersama Loka POM mengamankan DS alias Dani di kos

Editor: nurhayati
Dok/Bangkapos.com
Ilustrasi pil tramadol dan dextro 

BANGKAPOS.COM -- Tim gabungan Sat Res Narkoba Polres Belitung bersama Loka POM mengamankan DS
alias Dani di kos yang beralamat di Jalan Lettu Mad Dau, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/9/2022).

Pria ini diamankan setelah diduga sebagai pelaku penjual obat jenis Tramadol HCL 50 mg.

Dari tangannya, tim menemukan sebanyak 3.000 butir tramadol yang dijual tanpa izin maupun resep
dari dokter.

"Modus operandinya, tersangka membeli obat merk tramadol HCL 50 mg dari seseorang yang tinggal di Jakarta
Rp30.000 per strip. Kemudian, dijual kembali Rp50.000 hingga Rp60.000 per strip," kata Kasi Penmas Sihumas
Polres Belitung, Ipda Belly Pinem, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Selamatkan Honorer dari PHK Massal, Kepala Daerah dan DPRD Diminta Kompak Tolak Penghapusan Honorer

Baca juga: Cuaca Hari Ini 7 Daerah di Bangka Belitung Diprediksi Hujan Ringan Hingga Lebat

Ia menjelaskan, kronologis penangkapan berawal saat jajaran Sat Res Narkoba mendapat informasi dari
Loka POM terkait adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi pada Rabu (14/9/2022).

Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan melakukan pemantauan terhadap kurir yang mengantarkan paket.

Setelah paket diterima, tim gabungan langsung mengamankan tersangka dan membuka paket disaksikan penghuni serta pemilik kos.

"Ternyata paket tersebut berisikan tramadol 30 bungkus yang masingmasing bungkus berisi 30
strip dan satu strip ada 10 butir," kata Pinem.

Berdasarkan hasil penggeledahan, tim kembali menemukan satu strip tramadol yang merupakan sisa
penjualan pertama.

Barang bukti tersebut disimpan dalam tas pinggang oleh tersangka.

Baca juga: Empat Warga Kabupaten Bangka Terpapar Covid-19 Hari Ini, Satu Orang Sembuh

Baca juga: Benarkah Desas-desus Ini ? Simak Penjelasan Sekda soal Kabar Angin tentang Nasib Honorer

Pinem mengatakan berdasarkan pemeriksaan, tersangka sudah dua kali elakukan pengiriman.

Pada pengiriman pertama sebanyak 1.000 butir yang masih tersisa satu strip.

"Motif tersangka menjual untuk mendapat keuntungan. Tapi tersangka juga turut mengonsumsi obat
tersebut," katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam menggunakan Pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36
Tahun 2009 Tentang Kesehatan juncto Pasal 60 angka 10 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. (dol)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved