Breaking News:

Advertorial

Dosen IAIN SAS Babel Meneliti Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara

Ketiga peneliti disambut oleh Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Tedja Pramana
IAIN SAS Babel
Tim peneliti IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung 
BANGKAPOS.COM - Tim peneliti IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang terdiri dari Dr Irawan MSi (Ketua Peneliti), Dr Zayadi MAg (Anggota Peneliti) dan Yandi Hafizallah MA (Asisten Peneliti) melakukan penelitian yang berjudul CIVIL SOCIETY: Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara dan Signifikansinya bagi NKRI, pada tanggal (18 -21/9/2022).
Kegiatan ini untuk menyempurnakan kelengkapan data pada kegiatan penelitian, publikasi dan pengabdian kepada Masyarakat (LITAPDIMAS) Kementerian Agama tahun 2022. 
Ketiga peneliti disambut oleh Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai civil society dalam tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara serta melihat bagaimana implementasi “tarekat” dalam nilai-nilai demokrasi, moderasi beragama, bela negara, dan toleransi khususnya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Irawan menuturkan civil society atau yang biasa disebut dengan istilah masyarakat madani merupakan representasi dari gambaran sebuah bangsa terhadap indikator-indikator sosial (masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, berkeadilan yang dilandasi oleh iman dan takwa).
Zayadi (Anggota Peneliti) mengungkapkan bahwa nilai-nilai egaliterianisme dalam masyarakat madani merupakan aspek penting dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama, tentunya konteks ini sangat relevan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari beragam suku dan etnis.
Irawan selaku peneliti dan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung mengucapkan terima kasih atas sambutan dan informasi yang telah diberikan mursyid tersebut.
“Dengan berdialog dan berdiskusi seperti ini, kami memperoleh berbagai informasi tentang Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam. Terima kasih atas bantuan dan informasinya”, lanjut Irawan.
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan salah satu solusi terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan “kerukunan umat beragama” dan sosialisasi nilai-nilai tarekat yang sejalan dengan Negara kesatuan Republik Indonesia, Tegas Irawan.
Penulis: Ayaknan dan Yandi Hafizallah
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved