Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jelang Pilgub Babel 2024, Sejumlah Nama Potensial Masuk Radar Pencalonan

Jika pertimbangan tidak sekedar pencalonan tetapi sekaligus memenangkan kompetisi politik maka sedikit kesulitan.

Ist/dok pribadi
Dosen Ilmu Politik UBB, Ranto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bakal memilih pemimpinnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang. Perhelatan politik lima tahun sekali itu menarik sejumlah tokoh untuk ikut berlaga.

Meskipun hajatan politik elektoral tersebut akan berlangsung sekitar 2 tahun lagi, sejumlah tokoh mulai menyiratkan ketertarikannya ikut bertarung pada Pilgub Babel 2024.

Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB), Ranto mengungkapkan sejumlah nama yang saat ini santer mencuat merupakan nama-nama politisi kawakan yang sudah malang melintang berkarir di dunia politik yakni Erzaldi Rosman dan Hidayat Arsani.

Namun dikatakannya, masih ada sejumlah kandidat lain yang potensial berkompetisi di Pilgub 2024.

"Hanya saja, tidak terlalu berani mengambil langkah-langkah taktis. Sehingga nama yang berpotensi tadi kurang percaya diri," ucapnya kepada Bangkapos.com Rabu (21/9/2022) sore.

Di samping itu peneliti di Yayasan Kapong Sebubong Indonesia itu menilai memang cukup mengejutkan ketika muncul tokoh baru seperti Ridwan Djamaludin (PJ Guberbernur Babel saat ini).

Kehadiran sosok Ridwan Djamaludin di Babel semakin mewarnai kandidat potensial yang ada. Dengan berbagai jaringan dan akses politik yang dimiliki oleh Ridwan Djamaludin di lingkaran pusat kekuasaan (orang kepercayaan Luhut Binsar Penjaitan) merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan dalam pencalonan ini.

Kemudian, semakin mesranya hubungan Ridwan Djamaludin dengan DPD PDI Perjuangan Babel belakangan ini mulai menyibak tabir teka-teki siapa yang akan dicalonkan oleh partai pemenang pemilu 2019 ini.

Dirinya menambahkan terkait dengan nama-nama lainnya seperti Maulan Aklil (Molen), Mulkan, Isyak Maerobi, Darmansyah Husein, H Sahani Saleh (Sanem) kalaupun turun lapangan di Pilgub 2024 nanti barangkali mengincar posisi wakil gubernur.

"Walaupun tidak, mempertahankan jabatan yang dipegang saat ini sebagai status petahana di pliihan Bupati/Walikota di daerahnya masing-masing merupakan langkah yang cukup realistis untuk diambil. Maka berdasarkan beberapa langkah politik yang sudah dilakukan saat ini tidak menunjukkan upaya serius dalam proses pemilihan gubernur nanti," terangnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved