Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Raperda Tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren di Bateng Mulai Dibahas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) mengusulkan disusunnya rancangan peraturan daerah tentang fasilitasi pengembangan pesantren.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
istimewa
Pansus 19 DPRD Bateng saat foto bersama dengan para pimpinan ponpes di Bateng usai membahas tentang Raperda Fasilitasi Pengembangan Pesantren, Selasa (20/9/2022) di ruang paripurna DPRD Bateng, Koba. (Ist/Dok. Pribadi Apri Panzupi) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) mengusulkan disusunnya rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang fasilitasi pengembangan pesantren di Bangka Tengah.

Raperda tersebut diusulkan oleh bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Bateng. Sementara untuk operasional kedepannya akan berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Tengah.

Untuk itu, telah dibentuk panitia khusus (pansus) 19 yang terdiri dari tujuh orang untuk membahas perihal Raperda tersebut.

Tujuh orang itu adalah Supriyadi selaku koordinator, Apri Panzupi selaku ketua, Edi Purwanto selaku wakil ketua, Ari Rahmawan selaku Sekretaris serta Maryam, Herman H.M dan Irmansyah selaku anggota.

Dalam prosesnya, Raperda tersebut telah dibahas melalui rapat pansus yang digelar di ruang paripurna DPRD Bateng, Selasa (20/9/2022) kemarin sore dengan mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren (ponpes) yang ada di Bangka Tengah.

Ketua Pansus, Apri Panzupi menyatakan, Bangka Tengah memiliki sekitar 20 ponpes yang memang sebelum-sebelumnya telah sering mendapatkan dana bantuan hibah dari Pemda.

"Selama ini, bantuan hibah dari Pemkab Bateng memang sudah berjalan. Tapi rencananya bantuan pengembangan itu akan dikuatkan lagi melalui Raperda tersebut," ucap Apri kepada Bangkapos.com, Rabu (21/9/2022).

Kata Apri, Raperda tersebut disusun dengan tujuan agar bantuan yang diberikan kepada ponpes berjalan lebih masif.

Pasalnya, selama ini dana hibah yang diterima oleh pondok pesantren selalu berasal dari Kesra. "Kami ingin memperluas hal itu dan membuat hal yang baru sehingga bantuan yang diterima oleh ponpes tidak hanya sebatas dari dana hibah yang ada di Kesra," jelasnya.

Apalagi dana hibah tersebut tidak bisa disalurkan setiap tahun atau berturut-turut dan hanya bisa diberikan sekali dalam dua tahun.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved