Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tinggal 720 Koperasi di Bangka Belitung yang Aktif, Diskop UKM Berharap KoperasiTetap Bisa Eksis

Namun dia menegaskan, koperasi di Babel tak ingin tergerus dengan hadirnya pinjaman secara online yang memudahkan para peminjam.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sopiar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertumbuhan koperasi kian hari kian tergerus. Koperasi harus bersaing ketat dengan penyedia layanan jasa keuangan lain hingga pinjaman online yang kian marak.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tercatat ada 1.135 unit koperasi. Rinciannya, tersisa 720 unit koperasi yang aktif dan 415 unitnya tidak lagi aktif.

Dari total unit koperasi tersebut, terhitung ada 41.073 anggota koperasi di Bangka Belitung berdasarkan rekapitulasi data koperasi tingkat provinsi tahun buku terakhir.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sopiar, menyebut, pihaknya tak henti-henti memberikan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepada pelaku koperasi.

Tujuannya, agar sejumlah koperasi yang masih mengandalkan usaha simpan pinjam, tidak dibiarkan mati suri atau tak aktif lagi, karena kalah bersaing pelayanan dan kecepatan memberikan pinjaman kepada masyarakat.

Hal itu mengingat kendala utama koperasi Babel saat ini adalah SDM, dan kepengurusan perizinan.

"Yang pastinya, setiap koperasi punya kendalanya masing-masing. Kita tetap berharap koperasi di Bangka Belitung ini tetap bisa hidup. Melalui koperasi, masyarakat Bangka Belitung bisa sejahtera," kata Sopiar saat ditemui Bangkapos.com, Rabu (21/9/2022).

Dia menuturkan, koperasi yang sudah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 262 koperasi. Terbukti tak melaksanakan RAT tiga tahun berturut-turut, koperasi harus dinonaktifkan.

Kata Sopiar, hingga saat ini belum ada koperasi di Bangka Belitung yang ikut serta ke dalam pinjaman online (Pinjol) atau sistem peminjaman secara online.

Namun dia menegaskan, koperasi di Babel tak ingin tergerus dengan hadirnya pinjaman secara online yang memudahkan para peminjam.

"Kalau pengaruh hadirnya pinjol itu, secara signifikan saya rasa tidak juga, kembali lagi ke masyarakat bagaimana mereka menyikapi ini. Ada yang mau praktis tanpa syarat apapun, kemudian terjebak di pinjol, yang jelas koperasi tidak seganas pinjol itu. Nah, kita rutin edukasi kepada unit koperasi kita agar tetap eksis dimasa sekarang ini," tuturnya.

Dia juga ingin, koperasi di Babel bisa sama seperti daerah lainnya, yang proses hilirisasinya berjalan baik.

"Koperasi Babel masih mengurus terkait kelemahannya saja, belum sampai ke hulu dan ke hilirnya saja. Artinya, kami melakukan pembinaan, melakukan penelitian kesehatan terhadap koperasi itu. Maka, kalau bicara rencana strategis, kita masih bicara pertumbuhan koperasi di Babel," bebernya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved