Breaking News:

Berita Kriminal

21 Kasus Narkoba Terungkap, Paling Banyak di Kecamatan Koba  

Ditemukan 21 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba), terhitung Januari hingga menjelang akhir September 2022

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kasatres Narkoba Polres Bateng, Iptu Windaris. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ditemukan 21 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba), terhitung Januari hingga menjelang akhir September 2022 di Wilayah Hukum Polres Bangka Tengah (Bateng). Ungkap kasus itu dilakukan oleh Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di kepolisian resor setempat.

"Kalau dibandingkan semester satu tahun ini dengan semester satu Tahun 2021 lalu, memang ada peningkatan," kata Kepala Satresnarkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Bateng, Iptu Windaris, Kamis (22/9/2022).

Namun jika dilihat secara keseluruhan, kasus pada Tahun 2021 lalu cenderung lebih banyak, yakni ada 26 kasus. "Tapi itu kan untuk hitungan satu tahun, kalau yang tahun ini kan baru sampai September dan sudah ada 21 kasus," jelasnya.

Sementara itu jika dilihat pada pemetaannya, pengungkapan kasus penyalahgunaan Narkoba di Bateng selama Tahun 2022, paling banyak terjadi di Kecamatan Koba.

Di antara total 21 kasus yang sudah terungkap, 11 kasus berasal dari Kecamatan Koba, empat kasus di Sungaiselan, tiga di Simpangkatis, dua di Lubukbesar dan satu di Namang. Yang mana semuanya adalah Narkoba jenis sabu.

"Dari laporan dan informasi yang kami terima selama ini memang kebanyakan berasal dari Kecamatan Koba, Sungaiselan dan Lubuk Besar," jelasnya.

Hampir sebagian besar pelaku yang ditangkap merupakan pengedar yang biasanya bekerja juga sebagai buruh harian lepas atau pekerja serabutan.

Uniknya, meski kondisi perekonomian cenderung kurang stabil, beberapa pelaku pengedar Narkoba justru mengaku bahwa pembeli atau pelanggannya tidak berkurang.

"Selain itu, dari pengungkapan yang kami lakukan sejauh ini, mayoritas barang buktinya juga di atas satu gram," ucap Windaris.

Menurutnya, Narkoba adalah lingkaran setan yang mana langkah atau cara untuk menghindarinya harus dimulai pada diri sendiri.

Pasalnya, meski sudah diberikan pembinaan ataupun hukuman sedemikian rupa, jika yang bersangkutan tidak mau berubah, maka akan tetap terjerumus kembali. "Buktinya, banyak residivis narkoba yang kembali tertangkap dan tidak jera," tegasnya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat harus memahami betul bahwa efek Narkoba ini selain bisa membuat seorang masuk penjara, bisa juga membuat keluarga berantakan bahkan yang terburuknya bisa menyebabkan orang meninggal dunia. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved