Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Babel Baru Penuhi 40 Persen Kebutuhan Pangan, Perlu Sinergisitas Tingkatkan Produksi Pertanian

DKP Bangka Belitung mengungkapkan hasil pertanian dari Bangka Belitung baru mampu memenuhi 40 persen kebutuhan bahan pangan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Widodo
Serudin petani cabai asal Balun Ijuk saat memetik tanaman cabai rawit di sekitaran balun ijuk, Rabu (24/2/2021 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Provinsi Bangka Belitung mengungkapkan hasil pertanian dari Bangka Belitung baru mampu memenuhi 40 persen kebutuhan bahan pangan masyarakat, seperti beras, cabai, bawang merah dan bawang putih.

Sisanya sebanyak 60 persen bahan pangan didatangkan dari luar Bangka Belitung, kebanyakan dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Ketua Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Bangka Belitung, Eries Dyah Mustikarini membeberkan alasan pasokan kebutuhan pangan Bangka Belitung masih bergantung pada daerah lain.

"Hal ini karena secara umum masyarakat Bangka Belitung memiliki keanekaragaman dalam bidang pengerjaan atau mayoritas masyarakatnya bukan sebagai petani. Petani Bangka Belitung sebagian juga terus berusaha mengembangkan teknik budidaya pertanian yang lebih modern untuk meningkatkan hasil pertanian," jelas Eries, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Sebar Video Asusila Pacar, Pemuda di Bangka Selatan Dipidana, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Baca juga: Lima Jabatan Kepala OPD di Pemkot Lowong, Komisi I DPRD Pangkalpinang Desak Segera Diisi

Lebih lanjut, dia mengatakan kualitas hasil pertanian dari petani di Bangka Belitung sudah mengalami peningkatan yang cukup baik, namun masih perlu perbaikan dalam sistem pengemasan dan  pengembangan sistem pemasaran.

"Sebagai contoh produk beras yang dihasilkan oleh Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan, yang saat ini belum dapat dipasarkan dengan baik karena perlu perbaikan dalam sistem pengemasan produk. Perlu oleh pemerintah agar produk tersebut dapat dipasarkan secara baik untuk seluruh masyarakat terutama di wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata  Eries.

Dia mengungkapkan masyarakat masih cenderung mengambil produk-produk yang berasal dari luar daerah yang dipasarkan di pusat-pusat pemasaran seperti supermarket, minimarket ataupun toko. 

"Kondisi tanah di Bangka Belitung yang merupakan jenis tanah ultisol, bukan merupakan suatu penghalang dalam  peningkatan produksi pertanian. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pemilihan varietas yang adaptif pada tanah ultisol atau pengembangan kegiatan pemuliaan tanaman," ungkapnya.

Peningkatan produksi juga bisa dilakukan dengan memberikan input teknologi untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menambah nutrisi bagi tanaman.

"Harapan kedepannya ada peran aktif dan sinergi yang sangat baik antara pemerintah penyuluh pertanian dan juga akademisi untuk meningkatkan produksi pertanian terutama untuk produk-produk di Bangka Belitung yang saat ini masih mendapatkan suplai dari daerah lain," kata Eries.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved