Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Begini Pandangan Akademisi Tentang Penyebab Koperasi Jadi Pudar, Kopma Bisa Jadi Peluang Bagus

Apalagi, lanjut Sumiyati, perguruan tinggi pun banyak sekali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat bersinergi dengan koperasi mahasiswa.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pribadi Sumiyati
Akademisi sekaligus Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bangka Belitung (UBB), Sumiyati 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kemajuan teknologi digital dianggap telah membawa perubahan besar bagi dunia ekonomi Indonesia, khususnya bagi perkembangan koperasi dan UKM.

Akademisi sekaligus Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bangka Belitung (UBB), Sumiyati menyebut, koperasi mahasiswa merupakan peluang bagus untuk mengembangkan koperasi di Indonesia, karena gelora anak muda tentu akan bisa bekerja dengan baik.

"Selain itu, pengetahuan mereka juga jauh lebih bagus dibandingkan orang di luar kampus. Apalagi dalam satu perguruan tinggi, jumlah mahasiswa bisa ribuan, akan banyak peluang untuk mengumpulkan modal usaha bagi koperasi," kata Sumiyati kepada Bangkapos.com, Kamis (22/9/2022).

Apalagi, lanjutnya, perguruan tinggi pun banyak sekali Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat bersinergi dengan koperasi mahasiswa. Tentu ini peluang yang sangat baik.

"Beberapa kopma (koperasi mahasiswa, red) perguruan tinggi di Indonesia telah berkembang sangat baik, bahkan telah menjadi pusat bisnis," sebutnya.

Sumiyati menjelaskan, koperasi Indonesia sudah mampu bertahan lebih dari 100 tahun yang diperkenalkan oleh R Aria Wiria Atmaja tahun 1896, merupakan bentuk keprihatinan banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir.

"Artinya, koperasi Indonesia memiliki daya tahan atau resistensi sangat baik karena di masa kemerdekaan, melewati beberapa periode pemerintahan dalam kondisi ekonomi, serta politik sulit saja koperasi mampu bertahan," tuturnya.

Sementara untuk strategi pemerintah secara umum, menurutnya penting melakukan transformasi usaha, transformasi digital dan teknologi, modernisasi koperasi, penguatan kelembagaan dan pembiayaan.

"Permasalahan utama koperasi di Indonesia, khususnya di Bangka Belitung, selain soal permodalan, juga dihadapkan masalah kualitas sumber daya manusia, baik sebagai pengurus maupun pengawas, tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengelola koperasi. Selain itu, pengawasan oleh pihak berwenang juga sangat kurang," bebernya

Padahal, kata Sumiyati, Dinas Koperasi dan UMKM setiap daerah memiliki penyuluh atau disebut juga Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) yang direkrut langsung oleh dinas untuk membantu memberikan pendampingan, penyuluhan, pendataan, serta dapat memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi koperasi.

"Namun upaya ini belum menunjukkan hasil yang signifikan. Selain itu, perkembangan teknologi dan dunia yang sangat cepat, harusnya mampu mendorong koperasi melakukan adaptasi yang juga secara cepat," tegasnya

"Koperasi harus mampu memanfaatkan teknologi saat ini seperti halnya yang dilakukan oleh perusahaan fintech lainnya di Indonesia. Koperasi punya keunggulan, yakni didukung oleh pemerintah secara langsung, sehingga ini dapat menjadi peluang untuk berkembang lebih baik," tambahnya.

Dia menuturkan, koperasi di Bangka Belitung yang masih bertahan pada tahun 2021 sebanyak 711 unit atau meningkat dari tahun 2020 yang hanya sebanyak 676 unit. Jumlah ini meningkat cukup banyak meskipun di masa pandemi.

"Jumlah ini jauh banyak berkurang dibanding 5 tahun lalu. Meskipun demikian, volume usaha dan SHU setiap tahun terus meningkat. Ini mengindikasikan bahwa koperasi dapat berkembang lebih optimis di masa depan, walaupun pemerintah daerah harus bekerja keras. Karena meskipun bertambah secara jumlah, namun pertambahannya baik dari unit, volume usaha dan SHU, sangat melambat atau secara rata-rata kurang lebih 3-4 persen per tahun," jelasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved