Breaking News:

Dimulai Bulan Depan, Apa Itu Regosek? Begini Tahapan Pendataan dan Manfaatnya

Lewat Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) pemerintah akan mendata status sosial dan ekonomi masyarakat.

Freepik.com
Data pribadi dilindungi UU Perlindungan Data Pribadi. Orang yang menyebar dan menyalahgunakan data pribadi orang lain diancam pidana hukuman maksimal 5 tahun dan denda Rp 6 miliar. 

BANGKAPOS.COM - Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pidato Kenegaraan Nota Keuangan dan RAPBN 2023, 16 Agustus 2022 lalu,  Regsosek akan segera dilaksanakan.

Dalam pidatonya, Jokowi menerangkan anggaran perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp479,1 triliun untuk membantu masyarakat miskin.

Regsosek menjadi pilar agar dapat memotong rantai kemiskinan, Jokowi meminta reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data.

Lantas apa itu Regsosek yang disebut-sebut Jokowi dan saat ini tengah dipersiapkan oleh pemerintah dari masing-masing daerah?

Baca juga: 11 Detik Video Gisel dan Wijin Viral di TikTok Jadi Sorotan, Terciduk Manja dan Nempel Mulu

Baca juga: UAS Tiba di Bandara Depati Amir dan Keluar Lewat Pintu VIP, Lalu Lanjut ke Sungailiat

Baca juga: Segera Tayang, Intip Proses Syuting Si Doel The Series, Mandra dan Munaroh Pakai Pakaian Pengantin

Baca juga: Kisah TKW di Taiwan Mau Pulang Kampung Tapi Majikan Lansia Ingin Ikut, Begini Akhirnya

Dilansir dari website Sekretariat Negara, Regsosek adalah singkatan dari Registrasi Sosial Ekonomi.

Lewat Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) pemerintah akan mendata status sosial dan ekonomi masyarakat.

Program ini dibuat sebagai penyempurnaan perlindungan sosial sepanjang hayat dan adaptif.

Regsosek nantinya juga menjadi data agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran dan berbasis target penerima manfaat serta sebagai percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Pelaksanaan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) diklaim sebagai titik utama dalam perjalanan panjang Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan.

Tahapan Regsosek

Semua warga akan didata tanpa terkecuali, termasuk presiden dan pejabat negara.

Dikutip dari berita Bangkapos.com sebelumnya, pengumpulan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan dimulai pada 15 Oktober sampai 14 November 2022 dengan pendekatan akar rumput.

Badan Pusat Statistik nantinya akan datang terjun ke lapangan mendata langsung warga.

Agar program pendataan lancar, BPS memerlukan kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved