Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Koperasi Tunas Karya Tetap Bertahan di Tengah Situasi Ekonomi Melemah dan Serbuan Pinjol

Anggota dan pengurus koperasi bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bersama. Demikian pula dengan koperasi pegawai dan karyawan. 

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
kompas.com
Lambang Koperasi 2 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejatinya, koperasi menjadi soko guru perekonomian.

Anggota dan pengurus koperasi bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bersama. Demikian pula dengan koperasi pegawai dan karyawan. 

Namun hingga kini, sedikit koperasi yang masih bertahan di tengah kian maraknya pinjaman uang secara online atau yang lebih dikenal dengan pinjol.

Satu diantara koperasi di Bangka Belitung yang masih bertahan yakni koperasi simpan pinjam Tunas Karya di Pangkalpinang.

Baca juga: BREAKING NEWS, Tim Penyidik Kejari Bangka Barat Geledah Kantor DPM Nakertrans

Baca juga: Kejari Bangka Barat Geledah Dua Instansi, Diduga Terkait Sertifikat Tanah Transmigran di Desa Jebus

Wakil Ketua Koperasi Simpan Pinjam Tunas Karya di Pangkalpinang Andreas Budiyono menyebut, manajemen koperasi yang baik membuat unit koperasi jadi alasan bisa bertahan hingga saat ini.

Menurutnya, penyebab banyak tutupnya koperasi dikarenakan banyaknya kredit macet sebab situasi ekonomi sehingga berakibat  anggota tidak kuat lagi membayar pinjaman di koperasi. 

"Karena kami adalah koperasi yang beranggotakan guru dan karyawan sekolah sehingga memiliki penghasilan tetap, didukung dengan sebuah aturan adanya batas tertentu dalam meminjam serta sistem pembayaran pinjama  yang memadai memungkinkan kredit macet relatif kecil," jelas Andreas kepada Bangkapos.com, Kamis (22/9/2022).

Kata Andreas, hingga kini total masih ada 1.173 orang anggota koperasi. Bahkan naik rata-rata antara 5 persen hingga 10 persen per tahun.

Tidak hanya itu, Andreas mengatakan banyak kegiatan dan program-program koperasi yang dilaksanakan sehingga pola kebijakan kepada anggota sangat jelas.

"Dalam Bidang Pengembangan SDM misalnya kami akan mengadakan pelatihan bagi anggota terkait dengan pola kebijakan dan beberapa sosialisasi terkait dengan sistem. Dalam bidang usaha misalnya kami akan mengadakan promo bulan pinjam serta dalam bidang rencana kerja pendukung salah satunya kami akan meningkatkan sistem yang dipakai Koperasi  yang disebut dengan Sakti.link ( mobile banking nya Koperasi ) sehingga mempermudah anggota untuk bertransaksi," jelasnya.

Baca juga: Lima Jabatan Kepala OPD di Pemkot Lowong, Komisi I DPRD Pangkalpinang Desak Segera Diisi

Baca juga: Tergantung Komoditi dari Luar, Bangka Belitung Baru Penuhi 40 Persen Kebutuhan Pangan Daerah

Sementara dengan kehadiran pinjaman online yang semakin marak, Andreas menyebut tidak begitu menjadi masalah sebab koperasi Tunas Karya juga tak kalah baiknya apalagi dengan bunga yang tidak terlalu mencekik seperti pinjol.

"Pinjaman online adalah sebuah alternatif dimana anggota bisa meminjam di tempat lain. Tetapi anggota kami juga semakin cerdas untuk bisa memilih koperasi dimana mereka harus meminjam dengan bunga yang relatif lebih rendah, pelayanan cepat, dan mendapat banyak kelebihan dengan produk pinjaman. Di KSP Tunas Karya akan mendapatkan BJP (Balas Jasa Pinjaman) bagi yang meminjam. Anggota semakin merasa memiliki bahwa KSP Tunas Karya adalah milik mereka, anggota adalah pemilik sekaligus pengguna sehingga mereka cenderung memilih KSP Tunas Karya dalam meminjam," ungkap Andreas.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved