Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lakukan Sidak ke Lapangan, Disperindag Bangka Belitung Temukan Tabung Elpiji 3 Kg Tak Sesuai Takaran

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepuluan Bangka Belitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di agen dan pangkalan gas.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Babel, Fadjri Djagahitam bersama Kasubdit 1 Indag Polda Kepulauan Babel AKBP Arif Kurniatan saat sidak mendatangi agen Elpiji PT Usaha Mulia Karya Mandiri (UMKM), Kamis (22/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepuluan Bangka Belitung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di agen dan pangkalan gas di kota Pangkalpinang, Kamis (22/9/2022) siang.

Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Bangka Belitung, Fadjri Djagahitam didampingi Kasubdit 1 Indag Polda Kepulauan Babel AKBP Arif Kurniatan mendatangi agen Elpiji PT Usaha Mulia Karya Mandiri (UMKM).

Dari sidak ini ditemukan ada sekitar 5 tabung gas elpiji 3 kilogram yang tidak sesuai takaran beratnya, setelah ditimbang.

Seharusnya tabung gas kosong itu beratnya 5 kilogram dan isi 3 kilogram, maka bila ditotal artinya 8 kilogram.

"Untuk sampling kita mengambil 9 tabung elpiji dari truk yang datang, ada 5 yang dalam pantauan kami itu di luar toleransi pengisiannya, ini masih kita dalami, dari SPBE mana mereka mengambilnya. Kami juga akan memeriksa, SPBE itu pengisian bermasalah," ungkap Kabid Pengendalian Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Bangka Belitung, Fadjri Djagahitam.

Baca juga: Sebar Video Asusila Pacar, Pemuda di Bangka Selatan Dipidana, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Baca juga: Lima Jabatan Kepala OPD di Pemkot Lowong, Komisi I DPRD Pangkalpinang Desak Segera Diisi

Ditegaskannya dari sampling yang dilihat, 5 gas elpiji 3 kilogran di luar toleransi 0,2 kilogram, sebab ditemukan ada gas yang berat hanya 7,5 Kg dan 7,7 Kg.

"Itu sampling dari 9 biji sudah 5 biji yang bermasalah, kalau dari 500-an biji, itu rugi berapa subsidi pemerintah, baru dari situ, belum dari penyaluran (mesti tepat sasaran-red). Intinya kami tidak ingin masyarakat dirugikan," tegas Fadjri.

Mengenai tindak lanjut atas temuan ini, pihaknya masih melakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan.

"Nanti ini masih tahap pembinaan, masih persuasif, kita ingatkan juga. Karena SOP-nya harus teguran pertama, kedua dan baru pihak bermasalah itu kita tindaklanjut, lagi-lagi ini di Pertamina, kita adakan rakor kemarin untuk mengetahui itu, tata kelola distribusi bagaimana," kata Fadjri.

Dia menambahkan untuk penyaluran agar tepat sasaran yakni gas elpiji 3 kilogram untuk orang yang tak mampu, maka Disperindag akan melakukan penelusuran di pangkalan gas.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved