Breaking News:

Berita Kriminalitas

Penahanan Tersangka Penusukan di THM Dragon Sungailiat Ditangguhkan karena Berkas Belum P21

Hal ini dilakukan penyidik karena masa penahan tersangka sudah habis, sementara kasusnya belum dinyatakan P21 dari Kejaksaan Negeri Sungaliat.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Novita
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Tersangka Yoga Saputra (baju hijau celana pendek) menujukkan lokasi tempat ia membuang barang bukti alat untuk menusuk korban kepada penyidik, yang melakukan pencarian di depan Pelabuhan Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyidik Sat Reskrim Polres Bangka menangguhkan penahanan Yoga Saputra (20), tersangka kasus pembunuhan.

Yoga Saputra menjadi tersangka atas tewasnya Agung Maulana (19) rekannya sendiri, di THM Dragon Sungaliat Kabupaten Bangka.

Hal ini dilakukan penyidik karena masa penahan tersangka sudah habis, sementara kasusnya belum dinyatakan P21 dari Kejaksaan Negeri Sungaliat.

"Mengingat masa penahanannya sudah habis sementara berkasnya belum P21, maka penahanan tersangka ditangguhkan, namun wajib lapor 2 kali seminggu dan tetap dipantau aktivitasnya. Mudah-mudahan dalam waktu deket P21 sehingga tersangka bisa kembali ditahan," jelas Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Rene Zhakaria, Kamis (22/9/2022).

Administrasi perkara tindak pidana P-21 merupakan kode formulir yang digunakan dalam proses penanganan penyelesaian perkara tindak pidana, sebagai pemberitahuan bahwa hasil penyelidikan sudah lengkap oleh jaksa penuntut umum. Artinya, perkara dinyatakan siap untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Jika perkara belum dinyatakan P-21 (hasil penyelidikan belum dinyatakan lengkap), maka perkara belum siap dilimpahkan ke kejaksaan, sehingga pelaku yang direncanakan melakukan tindak pidana itu masih berstatus tersangka.

Untuk diketahui, perintah penahanan yang diberikan penyidik atau penuntut umum hanya berlaku paling lama 20 hari. Jika pemeriksaan belum selesai, waktu penahanan oleh penyidik dapat diperpanjang paling lama 40 hari dan penahanan oleh penuntut umum diperpanjang 30 hari.

Peristiwa penusukan yang menyebabkan Agung Maulana tewas terjadi di THM Dragon 99 Sungaliat Kabupaten Bangka terjadi pada 30 Januari 2022.

Namun, awalnya kasus yang terjadi tersebut seperti menemui jalan buntu. Pasalnya, baik rekan-rekan korban yang pergi bersama korban maupun pengunjung THM Dragon, tak satu pun melihat kejadian dan mengenali korban.

Rekan -rekan korban berulang kali dimintai keterangan, termasuk kemungkinan korban memilki musuh. Usaha kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut membuahkan hasil 4 bulan kemudian tepatnya 1 Mei 2022.

Saat itu, penyidik Sat Reskrim Polres Bangka bersama Tim Kelambit Buser Polres Bangka dan Tim Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan olah TKP ulang kejadian.

Melihat salah satu rekan korban yakni, Yoga Saputra, bertingkah laku aneh dinterogasi. Interogasi terhadap Yoga selama 1 jam membuahkan hasil dan dia mengaku sebagai pelaku tunggal penusukan Agung Maulana menggunakan alat yang dibuat sendiri oleh Yoga dari besi yang dipipihkan.

Yoga mengaku telah membuat alat untuk menusuk Agung Maulana ke laut di depan Pelabuhan Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Namun upaya penyidik untuk mendapatkan barang bukti tersebut belum membuahkan hasil. Beberapa kali penyelaman yang disaksikan tersangka dan JPU di depan Pelabuhan Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, tak juga membuahkan hasil.

"Langkah kita saat ini melengkapi berkas sehingga bisa dinyatakan P21 atau lengkap oleh JPU," kata AKP Rene Zhakaria. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved