Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penetrasi Pengguna Internet Terus Meningkat, di Provinsi Bangka Belitung Capai 80,1 Persen

Mariam memaparkan, sejauh ini penggunaan internet masih terpusat di Pulau Jawa dengan persentase 43,92 persen.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam, berfoto bersama Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kemkominfo, Mariam F Barata, serta para peserta penandatanganan komitmen bersama menuju kota pintar atau smart city di Operating Room (OR) Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (22/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) memaparkan penetrasi atau rasio pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Ini berbanding dengan jumlah penduduk setiap tahun.

Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kemkominfo, Mariam F Barata, mengatakan, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) penetrasi internet Indonesia sudah mencapai 77,02 persen pada periode 2021-2022.

Tren penetrasi internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018, penetrasi internet di tanah air mencapai 64,8 persen dan levelnya naik menjadi level 73,7 persen pada 2019-2020.

"Kita sadari, penggunaan internet saat ini berdasarkan data tahun 2022 dari APJII sudah mencapai 77,02 persen atau 210 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet," kata dia di Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Rabu (22/9/2022).

Mariam memaparkan, sejauh ini penggunaan internet masih terpusat di Pulau Jawa dengan persentase 43,92 persen. Sumatra berada di peringkat kedua dengan 16,63 persen. Selanjutnya, sebesar 5,53 persen penggunaan internet berasal dari Sulawesi.

Kemudian, sebesar 4,88 persen berasal dari Kalimantan, 2,71 persen berasal dari Nusa Tenggara, 1,38 persen berasal dari Papua, 1,17 persen dari Bali, dan 0,81 persen dari Maluku. Sedangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mencapai 80,1 persen atau 1,16 juta dari total jumlah penduduk sebanyak 1,46 juta.

"Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mencapai 80,1 persen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di provinsi ini sudah dapat mengakses informasi melalui internet dan ini semakin memudahkan untuk pelayanan publik secara online," terang Mariam.

Dengan dibuatnya master plan Kota Pangkalpinang menjadi Smart City atau kota cerdas, lanjutnya, sangat tepat. Karena bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan mengoptimasi potensi kota-kota yang ada di Indonesia, sehingga dapat menghadapi permasalahan dan meningkatkan kualitas hidup dari masyarakatnya.

Di tahun 2022 ini, Kota Pangkalpinang terpilih menjadi kota yang dari 50 kota se-Indonesia yang terpilih untuk penyusunan master plan kota cerdas.

"Mudah-mudahan di tahun yang akan datang Provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi percontohan untuk menjadi Smart Province atau Provinsi Cerdas," bebernya.

Oleh karena itu, kata Mariam, smart city adalah pengembangan dan pengelolaan kota yang memanfaatkan teknologi untuk membuka, memonitor berbagai sumber daya yang ada yang ada di dalam kota agar efektif dan efisien.

Melalui hal ini pula, untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya agar lebih mudah murah dan lebih cepat. Walaupun begitu, penggunaan teknologi informasi bukan hal yang mutlak.

Dalam pembangunan ekosistem, dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam sumber daya manusia dan sumber daya lainnya sehingga warga bisa hidup nyaman dan berkelanjutan.

Maka dari itu, perlu sosialisasi dan literasi kepada seluruh pemangku kepentingan di Kota Pangkalpinang, baik dari aparat pemerintah, pelaku usaha, BUMN, akademisi, tokoh agama maupun masyarakat, perbankan, bahkan komunitas.

"Penyusunan master plan ini bukan puncak dalam menuju kota cerdas, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Ini untuk mendukung cita-cita yang ingin dicapai oleh Kota Pangkalpinang agar dapat mensejahterakan masyarakat," imbuh Mariam. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved