Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pengamat Sebut Narkoba Bisa Jadi Pemicu Kasus Kriminalitas, Tetap Laku Meski Ekonomi Sedang Sulit

Menurut Dwi Haryadi, sifat candu ini bisa menjadi satu dari faktor kenapa orang sulit lepas.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Pribadi Dwi
Pengamat hukum sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Dwi Haryadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengamat Hukum dan Kriminal, Dwi Haryadi, menyebut bahwa penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan serius bangsa.

Pria yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum di Universitas Bangka Belitung itu mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sampai ke daerah-daerah pelosok negeri.

Kata Dwi, tentu penjual narkoba terus mencari pasar yang potensial untuk mengedarkan barang haram tersebut dengan berbagai modus, bermacam varian, harga yang terjangkau, sensasi sesaat dan lain sebagainya, yang membuat pengguna tidak sadar bahwa narkoba bersifat candu. Sehingga sekali mencoba, sangat sulit untuk kemudian lepas begitu mudah.

"Beberapa sifat candu narkoba ada yang bisa merasakan sakit yang luar biasa jika berhenti, atau ada pula yang pada level tertentu tubuhnya sudah beradaptasi dengan obat haram tersebut, sehingga menuntut tubuhnya untuk mengonsumsi dengan kadar yang lebih tinggi dan begitu seterusnya," jelasnya kepada Bangkapos.com, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, sifat candu ini bisa menjadi satu dari faktor kenapa orang sulit lepas. Termasuk dalam kondisi ekonomi sulit pun, barang ini tetap dibeli karena dianggap menjadi barang primer.

"Dalam kondisi ekonomi sulit, pembelinya bisa saja dari yang sudah biasa menggunakan, dan dia bisa melakukan berbagai macam cara mendapatkan uang untuk membeli narkoba," bebernya.

Pada titik ini, tambah Dwi, narkoba menjadi pemicu bagi kejahatan yang lain. Atau bisa juga narkoba tetap laku di kondisi ekonomi sulit dengan pembeli yang berbeda.

Namun karena banyaknya korban potensial dengan karakteristik yang sama, maka akan tetap dicari karena kebutuhan candunya tersebut.

"Langkah paling strategis, ya jangan pernah sekali-kali mencoba narkoba apapun jenisnya, sedikit atau banyak. Apalagi hanya demi solidaritas yang keliru serta kondisi ekonomi yang sulit, yang menyebabkan narkoba menjadi faktor kriminogen bagi kejahatan yang lain," tegasnya.

Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Tengah mencatat ada sebanyak 21 pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2022.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved