Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Revolusi Industri Ubah Cara Hidup Masyarakat, Anak Muda Harus Bisa Kreatif

Banyaknya anak muda dan orang tua yang asyik dengan gawainya berselancar ria melalui handphone untuk bermain media sosial.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Tedja Pramana
(businessinsider.com) via Kompas.com
Ilustrasi media sosial 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Era revolusi industri 4.0 telah mengubah cara hidup dan mempengaruhi kehidupan masyarakat saat ini. Perubahan yang terjadi saat ini dipenuhi dengan kegiatan digital baik anak muda atau kaum milenial maupun orang tua.

Dimana hal itu terlihat dari banyaknya anak muda dan orang tua yang asyik dengan gawainya berselancar ria melalui handphone untuk bermain media sosial.

"Kalau dulu, orang-orang asyik dengan aktivitasnya membaca koran atau menonton TV. Sekarang anak muda dan orang tua asyik dengan kegiatan menonton tiktok, mengupload foto di Instagram, upload foto di facebook ataupun menonton film atau musik melalui youtube," kata Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Vebtasvili kepada Bangkapos.com, Kamis (22/9/2022).

Vebtasvili mengungkapkan, kemudahan teknologi telah memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi antara satu dengan lainnya, antar provinsi, antar negara satu dan lainnya, dan sebagainya. Anak-anak muda dimudahkan dengan teknologi untuk mencari akses informasi, hiburan dan kesenangan lainnya.

Kemudahan-kemudahan teknologi yang diterima oleh anak-anak muda saat ini sudah pasti memiliki positif dan negatif. Hal positif yang bisa diterima oleh anak-anak muda adalah kemudahan akses informasi yang cepat, penghematan waktu dalam memperoleh informasi, anak-anak muda bisa dengan mudahnya.

"Bahkan berkomunikasi dengan anak-anak lainnya di negara lain melalui internet, pembelajaran bisa lebih menyenangkan dengan dukungan internet untuk komunikasi, serta munculnya hiburan berbasis teknologi," terang dia.

Di sisi lain lanjut dia, tentunya dengan perkembangan teknologi ini ada hal negatif yang bisa diterima oleh anak-anak muda. Pertama, hilangnya kemampuan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya.

Teknologi membuat anak-anak menghabiskan waktu lebih banyak di handphone, komputer dan jarang keluar rumah untuk bersosialisasi. Ada anak-anak yang kecanduan teknologi di Jepang yang dikenal dengan fenomena hikikomori.

Fenomena ini mengakibatkan anak-anak menarik diri dari lingkungan dan hubungan sosial serta lebih sudah mengurung diri di kamar dengan kecanduan akan game dan gadget. Kedua, kejahatan dunia maya mengenai data pribadi anak dan kemudahan mengunjungi situs-situs yang berbau pornografi.

"Anak-anak muda juga dimudahkan dengan mengunjungi situs-situs pornografi dikarenakan orangtua sibuk dan kurang pengawasan terhadap konten yang diakses oleh anak-anak," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved