Breaking News:

Berita Bangka Barat

Selidiki Dugaan Korupsi, Kejari Sita Dokumen Penting di Dua Instansi Pemkab Babar

Tersangka belum ada, masih dalam rangka menemukan bukti-bukti supaya lebih terang. Luas lahan 700 hektare.

Penulis: Yuranda | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Yuranda
Kajari Bangka Barat, Wawan Kustiawan (tengah). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar) menggeledah dan sita dokumen penting di dua instansi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat pada Kamis (22/9/2022) pagi.

Penggeledahan itu dilakukan, lantaran adanya dugaan tindakan pindah korupsi di lahan pengembangan permukiman transmigrasi di Desa Jebus, Kecamatan Jebus, seluas 700 hektare pada tahun 2021 lalu.

Dua instansi yang dilakukan penggeledahan di antaranya, Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPM Nakertrans) Bangka Barat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Babar, Wawan Kustiawan mengatakan, penggeledahan ini dilakukan guna mengumpulkan bukti bukti dan supaya dugaan tindak pidana korupsi tanah transmigan ini terang. Itulah dilakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen di dua instansi ini.

"Sudah masuk tahap penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pengembangan pemukiman transmigrasi di Desa Jebus tahun 2021. Tersangka belum ada, masih dalam rangka menemukan bukti-bukti supaya lebih terang. Luas lahan 700 hektare," kata Wawan Kustiawan, Kamis (22/9/2022).

Katanya, untuk kerugian negara pihak kejaksaan belum menghitung sebab masih dalam proses pengumpulan bukti-bukti. Setelah sebelumnya beberapa instansi sudah dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

"Intinya gini dalam rangka kita melakukan penyelidikan ini adanya dugaan penyalahgunaan sertifikat untuk tanah di Desa Jebus, sesuai dengan ketentuan yang ada. Apakah ada yang berhak dan siapa yang tidak berhak atas tanah tersebut masih kami dalami," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Babar, Anton Sujarwo mengungkapkan dari hasil pengeledahan yang dia pimpin banyak menyita dokumen penting yang mereka butuhkan untuk pengembangan dugaan korupsi tersebut.

"Tim penyidik kami telah melakukan penyitaan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan lahan Transmigrasi itu. Adapun yang kami sita itu cukup banyak dan tidak bisa kami jelaskan satu persatu. Itu juga dokumen untuk kami lakukan pengembangan penyidikan pendalaman," kata Anton Sujarwo.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved