Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tim Dosen Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Pintu Air

Kegiatan penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat tradisional secara rasional.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Tedja Pramana
Ist/Dok Zahriah
Tim Dosen Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan terkait penggunaan obat tradional secara rasional di wilayah kelurahann Pintu Air Rt 07 Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim Dosen Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan terkait penggunaan obat tradional secara rasional di wilayah kelurahan Pintu Air Rt 07, Kota Pangkalpinang.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanan secara bersama-sama dengan program Posbindu dari Puskesmas Melintang, diisi juga dengan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Posbindu Puskesmas Melintang dan Penyuluhan Penggunaan Obat Tradisional Secara Rasional.

Peserta kegiatan ini adalah masyarakat di Posbindu Kelurahan Pintu Air yang berjumlah 32 orang.

Kegiatan penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat tradisional secara rasional.

Adapun beberapa poin penting yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan tersebut adalah cara memilih obat tradisional yang aman, cara penggunaan obat tradisional yang tepat dan waktu penggunaan obat tradisional yang tepat.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Zahriah Supardi M Farm menyebut, tema ini diambil sebab penggunaan obat tradisional menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat.

Besarnya jumlah masyarakat yang mengkonsumsi obat tradisional, membuat produsen-produsen obat tradisional semakin gencar mempromosikan obat tradisional.

"Namun sayangnya, beberapa promosi obat tradisional tidak menginformasikan kebenaran zat dan khasiat secara proporsional. Promosi-promosi obat tradisional tersebut diisi dengan testimoni-testimoni yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Zahriah dalam rilis kepada Bangkapos.com, Kamis (22/9/2022).

Menurutnya, hal ini menyebabkan masyarakat yang mendapatkan informasi dari promosi-promosi tersebut berpotensi menggunakan obat tradisional secara tidak rasional.

Selain itu, Zahriah mengatakan, banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi obat tradisional khususnya jamu juga dijadikan kesempatan oleh produsen-produsen tidak bertanggung jawab untuk menambahakan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved