Breaking News:

Senjata

Bukan Rudal Hipersonik, Ternyata Inilah Senjata 'Remeh' Rusia yang Kini Bikin Ukraina Kelabakan

UAV ini menghancurkan empat howitzer self-propelled (baik 152 mm dan 122 mm) serta dua kendaraan infanteri lapis baja BTR

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
bareksa.com
Ilustrasi konflik antara Rusia dan Ukraina 

BANGKAPOS.COM-Perang antara Rusia dan ukraina menjadi ajang unjuk gigi berbagai persenjataan canggih.

Tak hanya persenjataan milik Rusia maupun Barat, kancah perang yang kini sudah berlangsung berbulan-bulan tersebut menjadi ajang unjuk kemampuan drone.

Jika pihak Ukraina mengandalkan drone buatan Turkiye, pihak Rusia kini menggunakan drone buatan Iran.

Senjata ini berhasil membuat Ukraina kerepotan untuk menghadapinya.

Drone Iran, meskipun tidak secanggih AS, Inggris, Israel, China, dan bahkan Rusia, masih membawa ketidaknyamanan taktis bagi pasukan darat Ukraina.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina (UAF) mencatat kerusakan signifikan.

Disebabkan oleh kendaraan udara tak berawak (UAV) Shahed-136 Iran pada sistem lapis baja dan artileri di wilayah Kharkiv.

Kolonel Rodion Kulagin, komandan artileri di Brigade Mekanik ke-92 Ukraina, mengatakan UAV Shahed-136 Iran, yang dicat ulang dengan warna Rusia dan diberi nama Geranium 2, mulai muncul di posisi lapis baja dan artileri Ukraina di Kharkiv.

"UAV ini menghancurkan empat howitzer self-propelled (baik 152 mm dan 122 mm) serta dua kendaraan infanteri lapis baja BTR," kata Rodion Kulagin.

Baik Rusia dan Iran telah berulang kali membantah informasi bahwa kedua negara berpartisipasi dalam penjualan UAV.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved