Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Jumlah Pekerja Perempuan Hampir Sebanding dengan Pekerja Pria, Dinkes Bangka Tengah Galakkan GP2SP

Maka dari itu, Dinkes Bangka Tengah mulai menggalakkan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP).

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Novita
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, drg M Annas Ma'ruf 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah melakukan upaya kesehatan kerja yang ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat.

Hal itu perlu dilakukan dalam rangka agar terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Maka dari itu, Dinkes Bangka Tengah mulai menggalakkan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP).

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, drg M Annas Ma'ruf, mengemukakan, saat ini jumlah pekerja perempuan hampir sebanding dengan pekerja pria, baik di lingkungan pemerintah, swasta, maupun di lingkungan informal.

"Pekerja perempuan di Indonesia dalam usia produktif mempunyai berbagai permasalahan kesehatan," ungkap Annas kepada Bangkapos.com, Jumat (23/9/2022).

Kata dia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 lalu, diketahui bahwa masalah defisiensi (kekurangan) energi protein, defisiensi energi kronis dan anemia gizi besi di Indonesia masih sangat tinggi.

Kemudian, dari studi lain juga menunjukkan bahwa prevalensi (jumlah kasus) anemia pada wanita usia subur sebesar 26,4 persen dan anemia pada pekerja perempuan berada pada kisaran 24-42 persen.

"Anemia gizi juga mengakibatkan pekerja menjadi mudah sakit, mudah terjadi kecelakaan kerja sehingga angka absensi meningkat," jelasnya.

Apabila dalam kondisi hamil, wanita pekerja akan mempunyai risiko saat melahirkan serta melahirkan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

"Oleh karena itu, kami berupaya meningkatkan derajat kesehatan pekerja perempuan melalui GP2SP," imbuhnya.

Annas mengemukakan, GP2SP merupakan upaya menggalang dan berperan serta guna meningkatkan kepedulian dan mewujudkan upaya perbaikan kesehatan pekerja perempuan.

"Kegiatan GP2SP ini diarahkan pada pelayanan kesehatan reproduksi pekerja/buruh perempuan yang hamil, deteksi dini penyakit menular dan tidak menular pada pekerja perempuan, pemenuhan kecukupan gizi pekerja perempuan yang hamil dan menyusui, peningkatan pemberian asi selama waktu kerja dan pengendalian lingkungan bagi pekerja perempuan berisiko," terangnya.

Menurut Annas, tujuan dari program GP2SP tersebut memperoleh data dan informasi permasalahan kesehatan pada pekerja perempuan dan pemberian pelayanan kesehatan yang maksimal.

Oleh karena itu, dia berharap agar semua pihak dapat berperan aktif dan saling berkoordinasi dalam upaya penyelenggaraan dan penerapan GP2SP di masing-masing instansi dan perusahaan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved