Breaking News:

Berita Kriminal

Kisah Penjual Sabu Berjalan Pincang Dalam Penjara Akibat Kaki Tertusuk Paku  

Faslah Duta Yanto alias Codet (40) mengakui, selama ini sering menjual narkotika jenis sabu kepada pekerja tambang.

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
istimewa
Faslah Duta Yanto alias Codet (40), residivis kasus narkoba usai menjalani pemeriksaan di ruang Satres Narkoba Polres Bateng, Rabu (21/9/2022) malam. (Ist/Satres Narkoba Polres Bateng) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Faslah Duta Yanto alias Codet (40) mengakui, selama ini sering menjual narkotika jenis sabu kepada pekerja tambang. Harga paket sabu yang dijual bervariasi, mulai kisaran Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per paket.

Pengakuan itu menyusul penangkapannya yang dilakukan pihak kepolisian. Hasil introgasi petugas diketahui, tersangka pelaku sudah sering menjual narkotika jenis sabu kepada konsumen.

"Tapi enggak setiap hari saya jual, soalnya barang ini (sabu -red) kadang ada kadang tidak ada dan saya dapatnya dari Pangkalpinang," kata Codet, Jumat (23/9/2022).

Residivis ini ditangkap kembali, dua hari lalu oleh Tim Sarnarkoba Polres Bangka Tengah (Bateng). Saat proses penangkapan, diketahui Codet sempat kabur hingga naik ke atap rumah warga dikarenakan panik.

Penangkapan terjadi di Gang Sekip, Jalan Raya Kelurahan Berok, Koba, Bangka Tengah. Proses penangkapan yang dilakukan Rabu (21/9/2022) malam sekira Pukul 20.15 WIB tersebut membuat warga berbondong-bondong keluar rumah karena mendengar suara letupan hingga berulang kali.

Diketahui, suara tersebut adalah tembakan peringatan anggota kepolisian dari Satres Narkoba Polres Bateng yang sedang melakukan upaya penangkapan terhadap Faslah Duta Yanto alias Codet (40).

Sialnya, saat mencoba melarikan diri, kaki Codet menginjak paku ketika dirinya terjun dari atap salah satu rumah warga.

Akibatnya saat dikurung di dalam sel, Codet terpaksa berjalan tertatih-tatih dan sedikit pincang sementara waktu sampai luka bekas tusukan paku tersebut sembuh.

Kasatres Narkoba Polres Bangka Tengah, Iptu Windaris mengatakan bahwa Codet sudah mendapatkan perawatan dan pengobatan dari bidang Dokkes (Kedokteran Kepolisan dan Kesehatan Kepolisian) Polres Bateng. "Sudah diobati kemarin sama dokter dan sudah dikasih obat juga," ucap Windaris, Jumat (23/9/2022).

"Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Polres Bangka Tengah dan terhadap tersangka ini patut diduga melanggar Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang mana ancaman hukumannya bisa di atas 5 tahun dan maksimal 20 tahun," katanya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved