Breaking News:

PAD Pariwisata Babar 2022 Naik 148,96 Persen, Target Rp330 Juta Malah Tercapai Rp491 Juta

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat menyebut pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mengalami kenaikan.

Penulis: Yuranda | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat menyebut pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mengalami kenaikan.

Kenaikan itu hingga 148,96 persen dari targer PAD sebesar Rp330 juta tahun 2022. Sebelumnya, Pemkab Babar hanya menargetkan Rp175 juta. Namun pada tahun 2022 menaikkan target tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ali mengatakan, hingga kemarin, Selasa (22/9/2022) PAD Bangka Barat melebihi target sebesar Rp491.583.300.00 atau Rp491 juta.

"Tahun 2021 targetnya hanya Rp175 juta dan tercapai 97,5 persen. Namun tahun 2022 target dinaikkan menjadi Rp330 juta, tercapai Rp491 juta atau 148,96 persen. Total PAD pariwisata baik dari Menumbing dan Batu Rakit," kata Ali sapaannya sehari-hari, saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Kedepan, lanjut Ali, kalau pariwisata dan kebudayaan ini setiap tahun harus ada penambahan daya tarik agar pengunjung atau wisatawan tidak bosan untuk mendatangi wisata itu sendiri.

"Kalau pariwisata ini ingin menarik itu harus dilakukan penambahan dan mempertahankan daya tarik. Bicara kedua hal itu, harus memiliki biaya yang cukup. Kalau tidak ada memiliki anggaran maka daya tarik yang lama akan rusak dengan sendirinya," ujarnya.

Ditambahkan olehnya, namun dengan kondisi Bangka Barat yang saat ini, pihaknya akan mencoba mencari dana daba dan dana pusat serta dana-dana lainnya, untuk meningkatkan sektor pariwisata di Bangka Barat. 

Dengan harapan di akhir tahun 2022 ini, PAD di sektor pariwisata tembus Rp600 Juta lebih.

"Misalnya contoh di Tahun 2023, insyaallah itu kita sudah mengajukan dana DAK fisik untuk pembangunan di Pantai Batu Rakit yang memiliki konsep tematik pariwisata dan juga berkoordinasi dengan dinas lainnya yang juga mengajukan dana DAK dan lokus yang sama. Kalau DAK yang diajukan tidak terlalu besar sekitar Rp3 M. Namun didukung dinas lainnya belasan miliar untuk lebih detailnya kurang tahu," ungkapnya.

Kalau tidak ada arang melintang dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak ada refocusing insyaallah itu akan terbangun dengan baik. Harapannya, dengan terbangun itu menambahkan daya tarik Bangka Barat.

Dengan adanya penambahan maka pengunjung akan ramai datang ke Pantai Batu Rakit dan daerah sekitarnya. Ke depannya mungkin akan diajukan kembali dana untuk membangun pariwisata lainnya yang ada di Wilayah Kabupaten Bangka Barat.

"Kami juga melakukan kerjasama dengan Balai Cagar Budaya Jambi. ke depan Menumbing secara cagar budaya semakin ada data tarik dan dapat diambil nilai manfaatnya serta semakin menarik wisatawan lokal, nasional dan internasional," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved