Breaking News:

Upaya Pengendalian Inflasi, BI Dorong Gertam Cabai Hingga Berikan Bimtek Budidaya Cabai

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Bimbingan Teknis Budidaya Cabai kepada kelompok wanita tani (KWT).

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Bimbingan Teknis Budidaya Cabai kepada kelompok wanita tani (KWT), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pondok Pesantren di Balitong Pasir Padi kota Pangkalpinang, Jumat (23/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Bimbingan Teknis Budidaya Cabai kepada kelompok wanita tani (KWT), Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pondok Pesantren di Balitong Pasir Padi kota Pangkalpinang, Jumat (23/9/2022).

Kegiatan yang mengandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pangkalpinang ini intuk meningkatkan kompetensi para kelompok penerima bantuan budidaya cabai serta untuk memitigasi kendala pada implementasi program menekan inflasi.

Ekonom Tim Perumusan Keuangan Daerah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung, Hanstomo Ardy mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara tindak lanjut Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),

"GNPIP ini merupakan gerakan komitmen bersama Pemerintah bersama TPID untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif, dan berdampak nasional, sebagai salah satu respon terhadap meningkatnya tingkat inflasi (peningkatan harga secara umum dan terus menerus) secara nasional," ujar Hanstomo.
  
Dibeberkannya, inflasi di Bangka Belitung yang sempat menduduki posisi tertinggi ketiga nasional pada bulan Juli 2022, berhasil meredakan tekanan inflasi menjadi posisi ketujuh tertinggi di Indonesia pada bulan Agustus 2022, yaitu sebesar 6,38 persen (yoy).

"Inflasi bulan Agustus didorong oleh inflasi kelompok Volatile Food (VF) sebesar 8,83 persen (yoy) dengan andil sebesar 2,08 persen (yoy) dengan komoditas utama bahan makanan penyumbang inflasi yaitu salah satunya adalah cabai merah dengan andil 0,75 persen," katanya.

Untuk menekan inflasi pada komoditas cabai merah, Bank Indonesia mendukung program Gerakan Tanam (Gertam) Cabai yang dilakukan secara nasional, di Bangka Belitung, Gertam Cabai dilakukan pada 2 Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan 4 Kelompok Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Pangkalpinang, 5 Pondok Pesantren di Bangka Belitung, Lahan Cabai di Kabupaten Bangka, dan Kelompok Tani di Kabupaten Bangka Tengah dengan total 77.000 benih cabai.

"Harapannya, dengan adanya Gerakan Tanam Cabai ini dapat meningkatkan pasokan cabai serta mendukung terkendalinya ekspektasi terhadap kenaikan harga cabai di Kepulauan Bangka Belitung," katanya.

Pada bimbingan teknis budidaya cabai ini, akan dijelaskan mengenai budidaya cabai dengan pupuk organik yang memiliki beberapa keunggulan yaitu:

1. Dapat menekan biaya produksi yang sangat rendah bagi petani/masyarakat;
2. Hasil pertanian yang ramah lingkungan dan aman untuk konsumsi masyarakat;

3. Menjaga kelestarian alam dengan mengurangi bahan kimia untuk pertanian yang berkelanjutan.

4. Efisiensi waktu karena proses fermentasi yang sangat singkat dibandingkan dengan decomposer lain pada umumnya, dengan hasil yang optimal.


"Pelaksanaan acara ini diharapkan menjadi momentum dalam bersinergi menjaga ketahanan pasokan secara berkesinambungan, meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas ketahanan pangan," harap Hanstomo. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved