Breaking News:

Warga Ukraina Gembira Lakukan Pertukaran Tawanan, Tanda Rusia Mulai Nyerah?

Hampir 300 orang, termasuk 10 WNA dan komandan yang memimpin pasukan pertahanan Ukraina di Mariupol awal tahun ini, dibebaskan.

RONALDO SCHEMIDT / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berbicara kepada pers di kota Bucha, barat laut ibukota Ukraina, 

BANGKAPOS.COM - Warga Ukraina melakukan pertukaran tawanan dengan Rusia secara mendadak pada Rabu (21/9) malam.

Dilansir dari Al Jazeera, pertukaran ini menjadi pertukaran tawanan terbesar sejak invansi Rusia ke Ukraina yang dilakukan Februari lalu.

Hampir 300 orang, termasuk 10 WNA dan komandan yang memimpin pasukan pertahanan Ukraina di Mariupol awal tahun ini, dibebaskan.

Mereka yang dibebaskan termasuk tawanan perang dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Maroko.

Baca juga: 11 Detik Video Gisel dan Wijin Viral di TikTok Jadi Sorotan, Terciduk Manja dan Nempel Mulu

Baca juga: Masih Ingat Nengmas yang Viral Carikan Istri Kedua Buat Suami? Kini Unggah Tulisan Minta Dihargai

Baca juga: Geger Video Syur Mirip Jeje Slebew, Ini Klarifikasi Pentolan Citayam Fashion Week

Baca juga: Anak Kandung Bakar Rumah Orangtua Sampai Hangus di Belitung Timur

Beberapa di antaranya telah dijatuhi hukuman mati setelah ditangkap di Ukraina dan dituduh sebagai tentara bayaran.

Rusia juga membebaskan sekitar 215 warga Ukraina, termasuk lima komandan yang memimpin pertahanan Ukraina yang berkepanjangan di kota pelabuhan selatan Mariupol awal tahun ini.

Sebagai gantinya, Ukraina mengirim kembali 55 orang Rusia dan Ukraina pro-Moskow dan Viktor Medvedchuk, pemimpin partai pro-Rusia terlarang yang menghadapi tuduhan pengkhianatan.

Kesepakatan itu, yang dicapai dengan bantuan Arab Saudi dan Turki, telah dipersiapkan untuk beberapa waktu dan melibatkan tawar-menawar yang intens.

“Ini jelas merupakan kemenangan bagi negara kita, bagi seluruh masyarakat kita. Dan hal utama adalah bahwa 215 keluarga dapat melihat orang yang mereka cintai aman dan di rumah,” kata Zelenskyy dalam pidato video di mana dia juga berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas bantuannya.

“Kami mengingat semua orang kami dan mencoba menyelamatkan setiap warga Ukraina. Inilah arti Ukraina, esensi kita, inilah yang membedakan kita dari musuh.”

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved