Breaking News:

Lihat Foto Ini, Beginilah Lukas Enembe Main Judi Kasino di Singapura, Ngaku Setelah Jadi Tersangka

Lihat Foto Ini, Beginilah Lukas Enembe Main Judi Kasino di Singapura, Ngaku Setelah Jadi Tersangka

Editor: Dedy Qurniawan
HO/TRIBUN-MEDAN.COM
Foto Lukas Enembe main judi 

BANGKAPOS.COM - Lukas Enembe akhirnya membuat pengakuan bahwa dirinya bermain judi kasino di Singapura.

Seperti diketahui, Lukas Enembe saat ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi dan korupsi.

Nah, sejalan dengan itu, PPATK menemukan transaksi setoran tunai kasino judi menyangkut Lukas Enembe.

Lukas Enembe yang berasal dari Partai Demokrat ini pun tak membantah bahwa dirinya bermain judi kasino.

Pengakuan ini disampaikan setelah menjadi tersangka dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan hasil analisis transaksi keuangan dirinya tadi..

Ketua PPATK Ivan Yustiavandana telah menyampaikan hasil analisis transaksi keuangan terkait Lukas Enembe saat menggelar jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022). "Sejak 2017 sampai hari ini, PPATK sudah menyampaikan hasil analisis, 12 hasil analisis kepada KPK," ujar Ivan. 

Variasi kasusnya adalah adanya setoran tunai atau ada setoran dari pihak lain. Menurut Ivan, angkanya miliaran sampai ratusan miliar rupiah. "Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai USD 55 juta, atau Rp 560 miliar itu setoran tunai dalam periode tertentu," terang Ivan panjang lebar.

PPATK juga memblokir sejumlah rekening milik tersangka kasus korupsi Lukas Enembe. Total duit di sejumlah rekening yang diblokir itu senilai Rp 71 miliar.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud Md turut buka suara terkait Lukas Enembe yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.  "Saat ini saja ada blokir rekening atas rekening Lukas Enembe per hari ini sebesar Rp 71 miliar yang sudah diblokir, jadi bukan Rp 1 miliar," kata Menko Polhukam Mahfud Md.

Mahfud mengatakan dugaan korupsi Lukas Enembe ini tidak hanya gratifikasi Rp 1 miliar. Mahfud mengungkap laporan PPATK ke KPK terkait pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar.

"Bahwa dugaan korupsi yang dijatuhkan kepada Lukas Enembe yang kemudian menjadi tersangka bukan hanya terduga bukan hanya gratifikasi Rp 1 miliar. Nih catatannya, ada laporan PPATK tentang dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpanan dan pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar, ratusan miliar dalam 12 hasil analisis yang disampaikan ke KPK," papar Mahfud panjang lebar.

Kuasa hukum Gubernur Papua  Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, mengakui kliennya bermain kasino. Lukas Enembe bermain kasino di Singapura. "Pak Lukas itu kasino itu kan, dia pergi berlibur dan memang main," kata Aloysius kepada wartawan yang menghubunginya pada Rabu (21/9/2022).

Aloysius mengatakan Lukas bermain kasino hanya sebagai sarana hiburan semata. "Itu kan pergi main kasino, main-main seperti kita main game gitu. Iya itu saja (sekadar main-main saja)," ujarnya.

Aloysius juga membantah aliran dana ke kasino dengan nominal hingga Rp 560 miliar. Aloysius menyebut Lukas tidak membawa uang sebesar itu ketika bermain. "Tapi bukan jumlah sefantastis sekian miliar. Tidak sefantastis itu, itu kan pribadi. Tidak ada uang yang dibawa dari mana-mana, begitu. Dia tidak bawa uang sebesar itu," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved