Breaking News:

Ngotot Jadi Korban Pelecehan, Pengacara Bongkar Dosa Putri Candrawathi Termasuk Dugaan Korupsi

Pengacara keluarga brigadir J membongkar sejumlah "dosa" Putri Candrawathi termasuk soal dugaan korupsi yang dilakukan oleh istri sang jenderal

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi usai rekonstruksi pembunuhan Brigadir J 

BANGKAPOS.COM---Sampai saat ini, Putri Candrawathi istri dari Ferdy Sambo masih ngotot menjadi korban pelecehan Brigadir J. Bedanya lokasi pelecehan bukan di jakarta tetapi berubah terjadi di Malang.

Melihat hal itu, pengacara keluarga brigadir J membongkar sejumlah "dosa" Putri Candrawathi termasuk soal dugaan korupsi yang dilakukan oleh istri sang jenderal

Dikutip dari kompas.com sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual terhadap Putri sudah dihentikan polisi karena tidak ditemukan adanya tindak pidana.

Namun belakangan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut bahwa Putri diduga mengalami kekerasan seksual

Bedanya, jika sebelumnya dugaan kekerasan seksual terjadi di Jakarta, temuan terbaru Komnas HAM dugaan pelecehan seksual Putri Candrawathi terjadi di Magelang. 

Dikutip dari Kompas.com, pelecehan itu disebut terjadi rumah dinas Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Akibat dari pelecehan tersebut, terjadi baku tembak antara Brigadir J dengan Richard Eliezer atau Bharada E yang berujung pada tewasnya Brigadir J.

Putri lalu melapor dugaan pelecehn seksual itu ke Polda Metro Jakarta Selatan.

Laporan dibuat pada 9 Juli 2022 dengan tuduhan kejahatan terhadap kesopanan dan atau memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual.

Pihak Ferdy Sambo juga sempat membuat laporan dugaan percobaan pembunuhan dengan korban Bharada E dan terlapor Brigadir J.

Namun, pada Jumat (12/8/2022), polisi menghentikan penanganan dua laporan tersebut. Polisi memastikan bahwa tak ada pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri sesaat sebelum kematiannya.

"Kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana. Bukan merupakan peristiwa pidana," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Alasan penghentian laporan itu karena Polisi menduga, laporan tersebut dibuat hanya untuk menghalangi penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Terbaru Komnas HAM dan Komnas Perempuan juga merekomendasikan Polri kembali mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved