Breaking News:

Sumber Harta Hasnaeni Si Wanita Emas dan Foto Toples Ayahnya dengan Seorang Wanita Kembali Diungkap

Anak Max Moein ini pun jadi pesakitan dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah penetapan tersangka ditetapkan kepadanya.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Hasnaeni si wanita emas teriak histeris saat hendak dimasukkan ke dalam mobil tahanan 

BANGKAPOS.COM - Sumber harta Hasnaeni Moein alias Wanita Emas akhirnya terungkap. Ia diduga melakukan penyalahgunaan dana PT Waskita Beton Precast (WBP) pada tahun 2016-2020.

Anak Max Moein ini pun jadi pesakitan dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah penetapan tersangka ditetapkan kepadanya.

Wanita Emas ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan eks Direktur Utama PT WBP Jarot Subana, eks General Manajer PT WBP Kristadi Juli Hardjanto.

Dengan mengenakan baju tahanan, Wanita Emas sempat berteriak histeris saat akan dibawa ke tempat penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Selain itu, Kejagung juga menahan tersangka seorang pensiunan karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast bernama Kristadi Juli Hardjanto (KJ).

Jejak bisnis Wanita Emas

Sebagai informasi, Hasnaeni Moein dengan julukan Wanita Emas mulai dikenal luas publik saat berambisi maju dalam Pilkada DKI 2017, namun belakangan gagal. Stiker dan posternya bertebaran di banyak tempat.

Emas sendiri adalah kependekan dari 'Era Masyarakat Sejahtera'. Julukan Wanita Emas pun dipakai untuk mencoba maju pada Pilkada Tangerang Selatan 2010.

Hasnaeni Moein selama ini juga dikenal dengan aktivitas bisnisnya. Anak politikus PDIP Max Moein itu adalah pemilik perusahaan PT Misi Mulia Metrical (MMM). Salah satu bisnis yang digeluti PT MMM adalah badan usaha jalan tol (BUJT).

Dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, PT Misi Mulia Metrikal adalah bagian dari konsorsium perusahaan yang memenangi tender Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.

Selain PT Misi Mulia Metrical milik Wanita Emas, dalam konsorsium itu terdapat dua BUMN karya yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Penunjukan konsorsium BUJT Tol Semarang-Demak itu sesuai dengan surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak Yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang.

Masa konsesi Jalan Tol Semarang-Demak Yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang adalah selama 35 tahun sejak surat perintah mulai kerja pertama diterbitkan oleh BPJT.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp 15,3 Triliun ini ditargetkan akan berlangsung selama 2 tahun. Pembangunan jalan tol Semarang-Demak membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved