Breaking News:

'Wanita Emas' Jadi Tersangka, KPU: Partai Republik Satu Masih Memenuhi Syarat

Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, Ketua Umum Partai Republik Satu, menjadi tersangka kasus korupsi dana di lingkungan PT Waskita Beton Precast

Editor: khamelia
Warta Kota/Acep Nazmudin
Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, Ketua Umum Partai Republik Satu, menjadi tersangka kasus korupsi dana di lingkungan PT Waskita Beton Precast periode 2016-2020. 

POSBELITUNG.CO -- Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, Ketua Umum Partai Republik Satu, menjadi tersangka kasus korupsi dana di lingkungan PT Waskita Beton Precast periode 2016-2020.

Partai Republik Satu tengah menjalani tahapan verifikasi administrasi dokumen persyaratan pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2024.

Terkait status tersangka Hasnaeni, dalam konteks verifikasi administrasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengacu pada kepengurusan parpol tingkat pusat yang diterbitkan Kemenkumham, di mana Hasnaeni masih tercatat sebagai Ketua Umum Partai Republik Satu.

"Dalam konteks verifikasi administrasi, selama keputusan kepengurusan partai politik tingkat pusat yang diterbitkan Kemenkumham masih berlaku, KPU nyatakan hal tersebut memenuhi syarat (MS),” kata anggota KPU Idham Holik kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022).

Idham menuturkan, dokumen kepengurusan parpol dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), jika ada putusan pengadilan yang menyatakan salah satu pengurus parpol bersangkutan dicabut hak politiknya.

“Kecuali ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa salah satu pengurus dalam keputusan tersebut dinyatakan dicabut hak politiknya, maka pengurus tersebut dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” terang Idham.

Rugikan Negara Rp2,58 Triliun

Kejaksaan Agung kembali menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana di lingkungan PT Waskita Beton Precast periode 2016-2020.

Tersangka baru itu adalah Hasnaeni Moein atau yang biasa dikenal dengan sebutan 'wanita emas'.

Dia dijemput paksa oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi dana tersebut.

"Ya, alias wanita emas. Secara umum kita kenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi," kata Kuntadi, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Kamis (22/9/2022).

Selain Hasnaeni, Kejaksaan Agung juga menetapkan Kristadi Juli Hardjanto (KJH), pensiunan karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast, sebagai tersangka. Juga, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast berinisial JS.

"(Tersangka Hasnaeni) dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 22 September 2022 sampai 11 Oktober 2022," paparnya.

Tersangka KJH sudah ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 22 September 2022.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved