Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Diduga Hindari Hukuman Berat, Pelaku Pembunuh Ibu Berpura-pura Stres Saat di RSJ

Diduga Hindari Hukuman Berat, Pelaku Pembunuh Ibu Berpura-pura Stres Saat di RSJ

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Pelaku Jamal Mirdad (31), saat hendak mengikuti proses rekonstruksi pembunuhan yang ia lakukan terhadap ibu kandungnya sendiri. Foto diambil pada Senin (27/6/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Diduga Hindari Hukuman Berat, Pelaku Pembunuh Ibu Berpura-pura Stres Saat di RSJ.

Jamal Mirdad (31), pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri sempat berpura-pura stres saat menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Sungailiat.

Hal ini pun menarik perhatian Siska Dwi Paramita, seorang psikolog sekaligus Dosen Psikologi Islam di IAIN SAS Bangka Belitung untuk memberikan tanggapan.

Menurutnya, jika dilihat dari pemberitaan yang ada, maka agak sulit untuk menelaah penyebab kenapa pelaku berpura-stres saat diperiksa kejiwaannya.

Kata dia, banyak motif yg bisa dijadikan alasan oleh pelaku untuk berpura-pura stres.

"Bisa saja pelaku memang mengalami tekanan psikologis akibat dari perbuatan yang dilakukan terhadap ibunya," kata Siska kepada Bangkapos.com, Minggu (25/9/2022).

Namun menurut Siska, seberapa besar tekanan itu tentu butuh pendalaman melalui asesmen psikologis.

"Spekulasinya lebih ke menghindari hukuman berat. Tetapi itu tadi kembali lagi, bisa jadi memang psikologisnya saat itu sedang mengalami guncangan sehingga terlihat berbicara sendiri," jelasnya.

Lanjut dia, perlu dilakukan pengecekan terkait kepribadiannya apakah benar pelaku mengalami gangguan kejiwaan, hingga bisa menegakkan diagnosa secara psikologis pelaku mengalami gangguan apa.

Kemudian, jika memang terbukti dari hasil observasi yang dilakukan oleh pihak RSJ maka bisa jadi akan dijadikan bahan pertimbangan terkait hukuman.

Ketika ditanyai apakah waktu dua Minggu sudah cukup untuk melakukan observasi kejiwaan seseorang, Siska berkata bahwa hal tersebut sudah cukup.

"Saya rasa sudah cukup karena biasanya observasi mendalam dilakukan disini terkait juga dengan rangkaian tes-tes psikologis yang bisa diberikan oleh pihak terkait dan bisa dijadikan dasar dalam menyimpulkan hasil terkait kejiwaan seseorang," ujarnya.

Diberitakan Bangkapos.com, Jamal Mirdad (31), seorang pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri sempat menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Sungailiat.

Pemeriksaan kejiwaan tersebut dikarenakan adanya permintaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangka Tengah kepada penyidik Polres Bateng untuk melengkapi berkas perkara berupa hasil pemeriksaan jiwa terhadap Jamal Mirdad.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved