Breaking News:

Advertorial

Duta Bapak dan Ibu Asuh Stunting, Diharapkan Mampu Kendalikan Kasus Stunting di Babel

Kampanye pencegahan stunting harus dilaksanakan secara door to door dan melakukan pendampingan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/andini dwi hasanah
Penyematan sebagai Duta bapak dan ibu asuh stunting di Bangka Belitung pada kegiatan TNI Manunggal dan PKK Bangka Kencana dan Kesehatan Terpadu dalam RANGKA HUT TNI ke-77 di Rumkitban DKT Bangka Pangkalpinang, Senin (26/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin serta istri Pj Ketua TPKK Provinsi Kepulauan Babel dan Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Ujang Darwis disematkan sebagai duta bapak dan ibu asuh stunting di Bangka Belitung.

Penyematan tersebut dilaksanakan pada kegiatan TNI Manunggal dan PKK Bangka Kencana dan Kesehatan Terpadu dalam rangka HUT TNI ke-77, Senin (26/9/2022) di Rumkitban DKT Bangka, atau rumah sakit DKT Pangkalpinang.

Kata Ridwan Djamaludiddin, ia tak ingin penyematan ini hanya terkesan seremonial saja, tapi ia betul-betul ingin permasalahan stunting di Bangka Belitung dapat diatasi dengan baik.

Menurutnya, kampanye pencegahan stunting harus dilaksanakan secara door to door dan melakukan pendampingan.

"Jadi jangan setelah acara setelah itu pergi, tapi harus ada agen perubahan itu di kampung-kampung untuk melakukan pendampingan. Makanya harapan kita sampai tingkat Desa ini bisa membantu," ujar Ridwan kepada Bangkapos.com, Senin (26/9/2022).

Dia berharap, setelah ini penanganan stunting di Bangka Belitung dapat lebih serius. Apalagi Ridwan menyampaikan Kabupaten Mandailing Natal yang disebut sebagai daerah stunting tertinggi di Indonesia itu merupakan kawasan pertambangan emas ilegal terbesar.

Sementara di Bangka Belitung sendiri, kata Ridwan kasus tersebut hampir mirip sebab kawasan terbanyak itu ada di Bangka Barat dan Belitung Timur dimana pertambangan juga banyak disana.

"Belum ada riset ilmiah terkait ini, tapi ini hendaknya menjadi indikasi yang harus kita perhatikan jangan kita abaikan. Keluarga adalah tiang negara, saya berharap banyak kita menangani ini dengan sebaik-baiknya, banyak anak muda yang masa depannya harus lebih baik dari kita saat ini," tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono. Dalam sambutannya Ari menegaskan, pemerintah serius menangani permasalahan stunting di berbagai daerah termasuk Bangka Belitung.

Dia menyebut, ditargetkan secara nasional turun 14 persen pada tahun 2024 dan untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 10,38 persennya.

"Saya dapat membaca menguatnya komitmen kemitraan TNI dan PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program bangga Kencana dan Kesehatan ini sangat baik, kita sangat apresiasi pencapaian program Kencana kesehatan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini," ujar Ari.

Dia berharap, melalui kegiatan ini kiranya dapat meningkatkan peran serta anggota TNI yang di lapangan dan kader PKK sebagai tenaga penggerak masyarakat agar mengikuti program bencana dan kesehatan melalui kegiatan pelayanan KB dan stunting dengan baik.

"Pelayanan statis disemua fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah dan swasta termasuk di praktek Mandiri bidan atau PMB maupun pelayanan KB bergerak. Besar harapan kami melalui program ini percepatan penurunan stunting dapat tercapai," sebutnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sri Utami Soedarsono menyebut, satu diantara program prioritas pemerintah yaitu percepatan penurunan stunting dengan demikian anggota PKK Desa, Kelurahan, tim pendamping keluarga, hingga kebeberapa lini lainnya turut serta dalam penanganan stunting.

"Mendampingi keluarga yang bereproses dan keluarga yang memiliki anak dibawah dua tahun dengan kasus stunting, keluarga tersebut mendapatkan pendampingan dan investasi sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga penanganan stunting oleh PPK ini merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya kasus lagi nantinya yang kita sebut dengan upaya penanganan dari hulu ke hilir agar lebih efektif," jelasnya.

Dia menegaskan, bangga kencana dan kesehatan terpadu tahun 2022 di Provinsi yang akan berlangsung dari bulan Oktober sampai Desember 2022 ini merupakan salah satu bentuk dukungan PKK untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di provinsi Bangka Belitung.

"Diharapkan dengan derajat kesehatan anak yang baik itu akan meningkatkan peluang pengembangan dan pemberdayaan potensi perempuan dan keluarga, bukan hanya untuk kesejahteraan keluarga kecilnya namun juga untuk kepentingan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved