Breaking News:

Berita Sungailiat

Miris, 272 KK Empat Kecamatan di Kabupaten Bangka Belum Punya Jamban

Terungkap ternyata masih banyak warga di Kabupaten Bangka yang belum memiliki WC atau Jamban.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Bupati Bangka Mulkan membuka kegiatan kampanye Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) Kabupaten Bangka 2022 di OR Bangka Setara Kantor Bupati Bangka, Senin (26/09/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terungkap ternyata masih banyak warga di Kabupaten Bangka yang belum memiliki WC atau Jamban.

Terdata sebanyak 272 kepala keluarga (KK) di berada di 10 desa/kelurahan di 4 kecamatan di Kabupaten Bangka belum memiliki WC atau jamban di rumahnya.

Kondisi ini disampaikan langsung  Bupati Bangka Mulkan saat membuka kegiatan kampanye Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) Kabupaten Bangka 2022 di OR Bangka Setara Kantor Bupati Bangka, Senin (26/09/2022).

"Untuk Kecamatan Sungailiat ada di Kelurahan Kuday 41 KK, Sungailiat 86 KK, Desa Rebo 19 KK, Kecamatan Riau Silip di Desa Pugul 10 KK, Kecamatan Belinyu ada di Kelurahan Remodong Indah 23 KK, Bukit Ketok 25 KK, Des Bintet 4 KK, Gunung Muda 17 KK, Kecamatan Mendo Barat ada di Desa Penagan 37 KK dan Desa Labuh Air Pandan 10 KK jadi total ada 272 KK," ungkap Mulkan.

Baca juga: Jamal Dinilai Pura-pura Stres, Polisi Tunggu Hasil Observasi Kejiwaan Pelaku Pembunuh Ibu Kandung

Baca juga: Mantan Birokrat Huzarni Rani Sarankan Pj Gubernur Bangka Belitung Segera Lakukan Penataan Birokrasi

Ia meminta kepada para kades dan lurah serta camat yang daerahnya masih banyak masyarakat belum memiliki WC di rumah untuk dilakukan intervensi bagaimana agar masyarakat bisa memiliki WC di rumahnya.

"Hal ini memang menjadi PR kita bersama untuk seluruh lintas sektor, kita memang sudah ada arisan jamban namun hal ini antriannya cukup panjang, kita harapkan ada intervensi secara sekaligus bukan bertahap," tegas Mantan Anggota DPRD Bangka ini.

Diakuinya kondisi ini memang sangat mengganggu, seperti di Kelurahan Kuday ada 41 KK dan Sungailiat 86 KK belum memiliki jamban, jadi ke mana mereka kalau mau buang air besar, sehingga terpaksa membuang sembarangan.

"Kalau mereka membuang air besar pakai plastik masih mendingan, kalau mereka buang hajat pakai galang kayu ini akan menjadi masalah bagi sanitasi lingkungan sekitar, sehingga bisa menimbulkan kuman penyakit, apalagi sampai dimakan hewan, hal ini harus kita pikirkan bersama," sesal Mulkan.

Mulkan mengharapkan masyarakat yang tinggal di perkotaan bisa berpikiran lebih maju, sedangkan masyarakat di pedesaan saja sudah sadar dan memiliki jamban di rumahnya.

Ketua panitia pelaksana, Iskandi mengatakan tujuan kegiatan ini mewujudkan Kabupaten Bangka sebagai Kabupaten Open Defecation Free ( ODF) pada tahun 2023.

"Untuk mempertahankan Kabupaten Bangka Sehat  level Wistara pada tahun 2023," harap Iskandi.

Baca juga: Banyak Persoalan Belum Diatasi, Kepemimpinan Pj Gubernur Babel Mengalami Kebuntuan

Baca juga: Dukung KB Manunggal dan Pencegahan Stunting di Babel, Dinkes Beri Kemudahan Layanan Kesehatan

Dilanjutkannya untuk itu dilakukan koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan desa/kelurahan yang belum ODF.

"Kita harapkan komitmen desa/Kelurahan dalam percepatan ODF melalui peran lintas sektor dan meningkat sanitasi berkelanjutan," kata Iskandi.

Kegiatan ini diselenggarakan Forum Kabupaten Bangka Sehat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dihadiri Wakil Bupati Bangka Syahbudin, para pejabat dan Kepala OPD terkait lainnya, para camat, lurah/desa, Kadin Kabupaten Bangka,  dan tamu undangan lainnya.

( Bangkapos.com'> Bangkapos.com/Edwardi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved