Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Stok Vaksin Meningitis Tersisa 170 Dosis, KKP Pangkalpinang Prioritas Jemaah Umrah Berangkat Oktober

Stok vaksin meningitis yang terkendala, kata Bangun, tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, namun secara nasional.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Stok vaksin meningitis di Bangka Belitung hanya tersisa sekitar 170an dosis. Kini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang mulai membatasi vaksinasi 20 orang per harinya.

Diketahui, vaksin meningitis merupakan syarat bagi calon jemaah untuk dapat menunaikan ibadah umrah. Namun kini jumlah vaksin yang tersedia mengalami kekurangan dibandingkan dengan jumlah calon jemaah umrah yang akan berangkat.

"Kondisi vaksin di Bangka Belitung ya itu, ada sekitar 170-an vaksin, itu yang 100 itu ke Belitung dan di Pangkalpinang itu ada 70-an. Itu sudah sesuai dengan surat edaran dari Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo, Senin (26/9/2022)..

Dengan kondisi stok vaksin meningitis yang minim, pihaknya pun akan memprioritaskan para calon jemaah umrah yang akan berangkat pada Oktober 2022.

"Kita membuat prioritas karena vaksin memang terbatas. Jadi kita optimalkan yang akan berangkat di bulan Oktober dulu ya. Lalu kita batasi seharinya itu 20 orang, itupun harapan kita bisa mengakomodir yang akan berangkat umrah di Oktober," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya kekurangan stok vaksin meningitis menyusul adanya surat edaran dari PT Biofarma mengenai vaksin meningitis yang masih dalam tahap produksi dan diperkirakan baru akan tersedia pada Oktober 2022.

Stok vaksin meningitis yang terkendala, kata Bangun, tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, namun secara nasional.

"Kami harap biro umrah bisa menyesuaikan yang sudah punya vaksin bisa berangkat. Memang kalau kita untuk mengakomodir semuanya, kan enggak bisa, enggak bisa mengakomodir satu biro umrah saja. Harapan kita akhir Oktober sudah datang, jadi bisa dilakukan vaksinasi," tambahnya.

Diketahui, calon jamaah umrah wajib mendapatkan vaksinasi meningitis minimal 10 hari sebelum keberangkatan umrah. Hal ini diperlukan sebagai syarat yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Jadi bukan kita yang mewajibkan, tapi Pemerintah Arab Saudi yang mewajibkan untuk dilakukan vaksinasi meningitis. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatur yang masuk ke sana, itu harus dilakukan vaksinasi meningitis," jelasnya.

Bangun mengemukakan, pada kondisi normalnya, calon jemaah umrah tak hanya bisa mendapatkan vaksinasi meningitis di KKP saja.

Namun terdapat lima tempat yang biasanya membuka layanan vaksinasi meningitis, di antaranya KIM, RSDKT, RS Siloam, Sarma dan RS Bhakti Wara.

"Kalau distribusi vaksin selama ini kita enggak pernah ada kekurangan. Normalnya itu kita ada terus tiap tahun, bahkan sampai lebih-lebih. Biasanya juga ada di lima tempat selain KKP, tapi untuk saat ini kelima tempat itu kosong," bebernya. ( Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved