Bangka Pos Hari Ini
UEFA Nations League A Inggris Vs Jerman, Harry Kane: Jangan Panik!
Tim Tiga Singa saat ini dalam kondisi terburuk dalam 22 tahun terakhir, dan akan melawan musuh bebuyutan, Jerman dalam laga terakhir Nations League A.
Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM - Harry Kane menyerukan kepada pendukung timnas Inggris agar mereka jangan panik.
Tim Tiga Singa saat ini dalam kondisi terburuk dalam 22 tahun terakhir, dan akan melawan musuh bebuyutan, Jerman dalam laga terakhir Nations League A Grup 3 di Stadion Wembley, London, Selasa (27/9/2022) dini hari nanti.
Inggris ditekuk Italia 1-0 di San Siro (24/9/2022).
Pelatih Gareth Southgate pun harus menerima cemoohan dari penonton di laga tersebut.
Itu menjadikan Kane dkk melewati lima laga tanpa kemenangan: dua seri, tiga kali kalah.
Ini pertama kali dalam delapan tahun mereka tanpa kemenangan dalam lima laga.
Tim Tiga Singa juga sudah melalui tiga laga beruntun tanpa cetak gol, yang terakhir terjadi pada 2000 sila.
Satu-satunya gol mereka di turnamen ini adalah lewat tendangan penalti Harry Kane --yang makin menjelaskan tumpulnya taring tim Tiga Singa ini.
Baca juga: Kekalahan Spanyol dari Swiss Jadi Catatan Terburuk di Karier Enrique
Terburuk dari semua catatan itu, Inggris terdegradasi dari strata A di Nations League, yang artinya musim depan mereka akan merangkak di Nations League B bersama tim tim medioker.
Performa buruk ini terjadi hanya 55 hari jelang gelaran Piala Dunia 2022 Qatar.
Jelas ini bukan pertanda bagus.
Inggris, yang tadinya digadang-gadang sebagai salah satu favorit juara, tak bisa datang ke hajatan akbar itu dengan bermodal rentetan kekalahan.
Kendati demikian, Kane menyerukan kepada para pendukung Tiga Singa untuk tetap tenang, dan percaya diri.
Kapten berusia 29 tahun ini menuturkan, kemenangan atas Jerman dini hari nanti, di depan pendukungnya sendiri di Stadion Wembley yang penuh sesak seketika akan menyuntikkan kepercayaan diri luar biasa.
"Kami tidak panik. Tentu saja, saya mengerti betapa frustrasinya para pendukung kami. Kami ini sangat jauh dari ideal. Kami akan berjuang melawan periode sulit ini. Penonton yang melimpah, dan antusias di Wembley saat melawan Jerman akan jadi persiapan
Piala Dunia yang hebat," kata Kane di The Sun.
"Karena pada akhirnya, kita akan dinilai berdasar yang terjadi November nanti (saat Piala Dunia digelar). Jika kami sukses di sana, semua pasti akan berbalik mendukung," ujar sang bomber.
Baca juga: UEFA Nation League A Hungaria Vs Italia, Lagi Raspadori!
Di sisi lain, Jerman juga tak terlalu meyakinkan.
Pasukan asuhan Hansi Flick ini ditekuk Hongaria 1-0 di laga terakhir, lewat gol tumit ajaib dari Adam Szlai di menit ke-17.
Hongaria kini jadi pemimpin di Grup 3 bersaing dengan Italia yang berselisih dua poin.
Sedang Jerman di peringkat tiga, dan hanya mungkin jadi runner-up grup sebagai prestasi tertinggi mereka.
Kemenangan 5-2 atas Italia, menjadi satu-satunya catatan positif Jerman di Nations League ini.
Selebihnya, mereka imbang tiga kali, dan terakhir kalah dari Hongaria.
Ini menjadi kekalahan pertama Die Mannschaft di ajang kompetisi sejak Eruoa 2020.
Dan mereka bertandang ke Wembley dini hari nanti dengan catatan hanya pernah sekali menang tandang dari tujuh laga Nations League sejauh ini.
Dalam duel dini hari nanti, Southgate kemungkinan besar akan menurunkan Ivan Toney untuk menjalani debutnya meski tak menjadi starter.
Bukayo Saka berjuang keras untuk beradaptasi dengan peran bek sayap kirinya pada laga terakhir di San Siro, dan Southgate tentu saja akan mempertimbangkan banyak perubahan minggu ini, dengan Aaron Ramsdale, Kieran Trippier, Luke Shaw dan Mason Mount di antara mereka yang siap memberikan sentuhan baru.
Sementara itu, Jerman kehilangan duo penggawa Bayern Muenchen, Leon Goretzka dan Manuel Neuer yang terinfeksi COVID-19.
Julian Brandt juga terpaksa meninggalkan kamp karena sakit.
Pelatih Flick juga kemungkinkan merotasi lini depan.
Timo Werner terbukti tidak efektif di laga terakhirnya, dengan Kai Havertz bakal jadi opsi pengganti.
Ada juga Jamal Musiala yang termotivasi untuk tampil mengesankan setelah menolak tawaran bergabung dengan Inggris, dan memilih mewakili Jerman di level senior.
Dapat Pukulan Keras
Pelatih Jerman, Hansi Flick menyebut kekalahan dari Hongaria 1-0 di laga terakhir, sebagai sebuah momen titik balik.
Itu jadi kekalahan pertama Jerman di era Flick dari 13 laga sebelumnya, dengan sembilan menang, dan empat kali seri.
“Tim baru saja mendapat peringatan. Performa babak pertama adalah yang terburuk yang kami hasilkan sejak saya menjadi pelatih tim nasional. Tetapi lebih baik frustrasi kalah dan tidak memuncaki grup Liga Bangsa-Bangsa daripada di Piala Dunia," katanya.
“Ini juga merupakan motivasi pribadi bagi semua orang untuk memberikan segalanya melawan Inggris (27/9), dan bekerja dalam enam minggu ke depan untuk menambahkan beberapa poin persentase yang perlu kami tambahkan. Kekalahan membuka mata kami,” ujar Flick. (Tribunnews/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220926_Bangka-Pos-Hari-Ini-Halaman-13.jpg)