Breaking News:

Berita Bangka Selatan

BPS Bangka Selatan Turunkan 318 Orang Petugas Lakukan Pendataan Ulang Penduduk

Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Selatan (Basel) menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan verifikasi data ulang penduduk pada tahun 2022.

Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Adi Saputra
Kepala BPS bersama wakil bupati dan Kejari Bangka Selatan saat membuka Rakor di Hotel Marina Toboali, Selasa (27/9/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Selatan (Basel) menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan verifikasi data ulang penduduk pada tahun 2022.

Tim dari BPS Bangka Selatan akan turun langsung ke rumah-rumah penduduk, untuk melakukan pendataan dan verifikasi ulang data selama satu bulan mendatang.

Dalam pendataan tersebut tim dibagi sesuai wilayah masing-masing, dengan jumlah penduduk yang ada didata saat ini.

Pendataan penduduk terakhir kali dilakukan pendataan pada tahun 2015 lalu, dan dilakukan pendataan kembali pada tahun 2022.

Baca juga: Tak Masuk Dalam Data Non ASN BKN, Sejumlah Pegawai Honorer Pemprov Babel Kecewa

Baca juga: Kakak Beradik Bersaksi di Kasus Narkoba, Novriando: Saya Hanya Disuruh Menyimpan Sabu

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPS Bangka Selatan I Ketut Mertayasa pihaknya akan menurunkan tim, untuk melakukan pendataan dan verifikasi data ulang penduduk.

"Nanti kami akan merekrut petugas mitra sebagai pelaksana untuk melaksanakan pendataan dan verifikasi ulang data penduduk khususnya Bangka Selatan," ungkap I Ketut Mertayasa, Selasa (27/9/2022).

"Jumlah sebanyak 318 orang dan akan dibagi setiap wilayah, yang direkrut dari aparat desa yang memang sudah tahu kondisi sosial dan ekonomi penduduk sekitar terutama gampang dikenali masyarakat," jelasnya

Menurutnya, untuk mekanisme kerja para petugas pendataan dan verifikasi data ulang, petugas akan mendatangi penduduk satu persatu.

"Petugas yang telah menjadi mitra kita ini nanti, mereka akan mendatangi secara langsung penduduk dengan melakukan pendataan terutama apakah memang kondisinya masih seperti yang lama. ataupun ada perubahan secara ekonomi," kata I Ketut.

"Apalagi kan sudah hampir tujuh tahun lamanya pendataan dan verifikasi data dilakukan oleh BPS, sehingga harus adanya pendataan ulang terhadap penduduk pada tahun 2022 ini," tambahnya.

Lebih lanjut ia menegaskan dengan adanya pendataan seperti nanti, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Pendataan ini dilakukan secara tidak terjadwal dalam arti sesuai dengan keinginan pemerintah pusat. Saat ini dilakukan pendataan, karena kita tahu bahwa pemerintah ada kebijakan untuk naikan harga BBM. Maka pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat, akibat dampak dari kenaikan BBM," tegas I Ketut.

Baca juga: Pj Gubernur Babel Komitmen Cegah Stunting di Bangka Belitung, Ridwan: Jangan Cuma Seremoni

Baca juga: Menguak Kisah Benteng Toboali Sebagai Cagar Budaya, Bangunan Bersejarah di Luar Sumatera

Ia berharap dengan adanyan pendataan dan verifikasi data ulang dapat membantu penduduk, untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Kami harap data ini kedepannya dapat digunakan oleh masyarakat yang kurang mampu, akibat dari kondisi ekonomi dan memberikan manfaat kepada mereka nantinya," harapnya.

Pelaksanaan pendataan dan verifikasi data akan dimulai pada 15 Oktober 2022 mendatang, dan akan dilaksanakan selama satu bulan penuh.

Sedangkan untuk Kabupaten Bangka Selatan merupakan daerah angka kemiskinan paling tertinggi, dari Kabupaten/Kota di Bangka Belitung.

( Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved