Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mantan Warga Binaan Ini Sukses Kelola Sayuran Hidroponik, Raup Omzet Belasan Juta Per Bulan

Bahkan hasil sayuran hidroponik yang dikelolanya, telah masuk ke supermarket hingga restoran ternama di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Istimewa/Dokumentasi Restu
Restu (37) mantan warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang yang sukses kembangkan bisnis Hidroponik. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Selama 5,3 tahun menjadi warga binaan di Lapas Narkotika Pangkalpinang akibat tersandung kasus narkoba, Restu (37) kini sukses menjalankan bisnis sayuran hidroponik.

Pria kelahiran Palembang ini menceritakan, awal mula ia menekuni tanaman hidroponik ini sejak tahun 2020 lalu karena tidak memiliki pekerjaan usai lepas menjadi tahanan.

Kisah kelamnya selama menjadi tahanan, ternyata memberi pengalaman sekaligus ilmu baru baginya untuk memulai bisnis hidroponik yang saat ini ditekuninya.

Tak tangung-tangung, bisnis yang dulunya dikelola dengan skala rumah tangga ini terus berkembang menjadi bisnis yang menghasilkan pundi-pundi uang, dengan omzet per bulan mencapai Rp14 juta.

Awalnya, tanaman hydroponik ini hanya disedikan sebanyak 6 meja. Kini berkembang menjadi 14 meja tanaman hidroponik.

"Saya dapat ilmu hydroponik ini dari lembah kelam, yakni waktu jadi warga binaan. Kebetulan waktu itu selama di sana (lapas, red), kita diajar dan ikut menamam sayuran hidroponik. Dan setelah bebas, karena tidak ada kerjaan, saya berpikir dan coba untuk menerapkan tanaman hydroponik," tutur Restu kepada Bangkapos.com, Selasa (27/9/2022).

Tanaman hidroponik milik Restu (37), mantan warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang
Tanaman hidroponik milik Restu (37), mantan warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang (IST/Dokumentasi Restu)

Meski memerlukan modal awal yang cukup besar, keseriusannya menjalankan bisnis tanaman hidroponik ini menjadi bukti nyata Restu dapat mengimplementasikan keterampilan yang ia dapatkan dari Lapas. Bahkan hasil sayuran hidroponik yang dikelolanya, telah masuk ke supermarket hingga restoran ternama di Kota Pangkalpinang.

"Memang untuk modal awal saya kurang lebih habis Rp37 juta, dan Alhamdulillah waktu itu kurang lebih satu setengah tahun modal yang dikeluarkan sudah bisa balik lagi. Untuk masa panen sayuran hidroponik ini, membutuhkan waktu kurang lebih 25 hari hingga 35 hari tergantung jenis sayuran," kata Restu.

Dalam satu hari, tanaman hidroponik yang dikelolanya bisa menghasilkan hingga 10 kilogram sayuran, khusus sayur sawi dan selada.

Disamping memiliki bisnis hidroponik, saat ini ia juga dipercaya sebagai Ketua Grup Tani Bank Mandiri Taspen dan juga rutin menjadi narasumber atau mengisi seminar ke para petani untuk tanaman hidroponik.

Ayah dua anak ini turut berterima kasih kepada Tim Lapas Narkotika Pangkalpinang beserta para pembimbing yang telah memberikan ilmu selama menjadi warga binaan.

"Tentunya apa yang saya capai saat ini berkat ilmu yang diberikan selama di Lapas, terutama untuk pembimbing saya, Pak Ade Saputra dan Pak Dedi Setiawan, terima kasih atas binaannya selama ini," ucapnya. ( Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved