Breaking News:

Presiden Jokowi Kirim Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia ke Pakistan,Total Rp18 Miliar

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam akibat korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Pakistan

YouTube/Kompas TV
Presiden Jokowi Kirim Bantuan Kemanusiaan dari Indonesia ke Pakistan Total Rp18 Miliar 

BANGKAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke negara Pakistan dengan total bantuan Rp18 Milliar.

Bantuan kemanusiaan tersebut diberikan ke Pakistan sebagai bentuk empati dan meringankan beban warga Pakistan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Pengiriman bantuan dilakukan dengan dua pesawat khusus dalam bentuk paket obat-obatan, tenda, pakaian, selimut, kantong tidur, kelambu, dan generator, Senin (26/9/2022) di Bandara Soekarno Hatta.

"Total bantuan hibah non-tunai dari Indonesia untuk  Pakistan adalah senilai 1,2 juta USD (Rp 18 miliar) dengan berat tonase sekitar 90 ton," ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat pernyataannya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam akibat korban jiwa dalam bencana banjir dan tanah longsor di Pakistan.

"Atas nama pribadi dan rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya kroban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Pakistan. Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Pakistan juga menimbulkan dampak luas bagi rakyatanya, mulai kerusakan lahan pertanian, sekolah, rumah, dan isnfrastruktur, dan membuat kurang lebih 800 ribu orang mengungsi," ujar Jokowi.

Kemlu RI menyatakan Presiden Jokowi juga menjanjikan penyaluran bantuan dana hibah sebesar 1 juta USD atau Rp 15,1 miliar dan akan mengirimkan tim medis ke Pakistan.

Tim Bantuan Kemanusiaan yang diberangkatkan ke Pakistan dengan dua pesawat Garuda hari ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Selain itu didampingi juga dengan anggota tim Ketua Komisi 8 DPR RI Ashabul Kahfi, Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu serta perwakilan dari K/L terkait lainnya.

Saat ini tengah dilakukan assessment kebutuhan mendesak di lokasi yang terdampak banjir oleh Tim dari BNPB dengan berkonsultasi langsung dengan  Kemlu, Kemenko PMK.

Di beritakan sebelumnya banjir bandang di Pakistan telah mengakibatkan korban lebih dari 1.600 orang tewas, dan menenggelamkan sepertiga wilayah Pakistan. 

Hujan deras mengguyur sebagian besar Pakistan
Hujan deras mengguyur sebagian besar Pakistan (AFP)

Tak cuma itu, bencana yang terjadi di Pakistan tersebut juga memunculkan adanya penyakit menular yang tercatata telah memakan sebanyak sembilan korban.

Penyakit yang ditularkan melalui air itu telah menyerang puluhan ribu orang di  Pakistan yang dilanda banjir.

Penyakit-penyakit yang melanda di Pakistan sejaka bencana banjir dan tanah longsor seperti DBD, malaria, dan diare.

Pemerintah Provinsi Sindh pada Selasa (20/9/2022) mengatakan sembilan orang meninggal karena gastroenteritis, diare akut dan malaria pada Senin (19/9/2022).

Sekitar 33 juta orang terdampak banjir “monsoon steroid" yang disebut Sekjen PBB sebagai “climate carnage", termasuk 650.000 ibu hamil (73.000 diantaranya akan melahirkan).

Kerusakan akibat banjir ditaksir mencapai USD 30 miliar di mana 2 juta rumah rusak, dan kerusakan fasilitas umum seperti 23.900 sekolah, 1.460 fasilitas kesehatan, dan kerusakan jalan sepanjang 13.000 km. 

Lebih dari 2 juta hektar lahan pertanian juga tersapu.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved