Breaking News:

Advertorial

Upayakan Akselerasi Penemuan Kasus HIV, Dinkes Babel Latih Petugas Kesehatan

Pada tahun 2021, kita sudah melakukan 33.115 konseling dan pemeriksaan HIV di fasyankes di seluruh kabupaten/kota.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Tedja Pramana
Upayakan Akselerasi Penemuan Kasus HIV, Dinkes Babel Latih Petugas Kesehatan
Dinas Kesehatan Bangka Belitung
Acara kegiatan Orientasi Tes dan Pengobatan HIV-AIDS serta PIMS di Pulau Bangka diselenggarakan di Hotel Fox Harris, Selasa (20/09/2022).
BANGKAPOS.COM - Terus mengupayakan akselerasi penemuan kasus HIV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan melatih petugas kesehatan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Andri Nurtito MARS saat membuka kegiatan Orientasi Tes dan Pengobatan HIV-AIDS serta PIMS di Pulau Bangka yang diselenggarakan di Hotel Fox Harris, Selasa (20/9/2022).
"Layanan tes dan pengobatan HIV-AIDS dan PIMS memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari setiap tenaga pelaksana, terutama dokter, perawat, petugas farmasi, petugas laboratorium, dan petugas pencatatan pelaporan," ujar Andri.
Oleh karena itu, lanjut Andri, perlu dilaksanakan orientasi tes dan pengobatan HIV-AIDS dan PIMS. 
"Melalui orientasi ini, diharapkan tenaga kesehatan mampu melaksanakan layanan tes dan pengobatan HIV-AIDS dan PIMS sesuai dengan pedoman dan memahami tugasnya dalam pelayanan," ucap Andri.
"Berdasarkan data laporan SIHA fasyankes, jumlah kasus HIV tahun 2020 sebanyak 221 pasien, dengan kasus AIDS sebanyak 39 pasien, sedangkan tahun 2021, terdapat 174 pasien HIV, dengan kasus AIDS sebanyak 29 pasien," tutur Andri. 
"Pada tahun 2021, kita sudah melakukan 33.115 konseling dan pemeriksaan HIV di fasyankes di seluruh kabupaten/kota.  Untuk tahun 2022 ini, kita akan terus melakukan akselerasi dalam penemuan kasus HIV dengan melakukan kegiatan mobile VCT dan IMS di seluruh kabupaten/kota melalui dana APBD kabupaten/kota dan GF ATM komponen AIDS," ungkapnya.
Sementara Kepala Seksi Penyakit Menular, Evalusi menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengembangkan model layanan HIV-IMS yang komprehensif dan berkesinambungan (LKB). 
"Layanan ini memungkinkan untuk menjamin penyediaan layanan yang terintegrasi. 
Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki hasil pengobatan dengan mengadaptasi prinsip treatment 2.0 sehingga dapat meningkatkan cakupan layanan pencegahan dan pengobatan HIV yang berkualitas hingga ke tingkat layanan primer," lanjut Evalusi.
"Dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini, jumlah peserta sebanyak 85 orang yang, terdiri atas dokter, perawat, bidan, laboran, farmasi yang berasal dari kabupaten/kota di wilayah Pulau Bangka," ujarnya.
"Kita berharap dengan kegiatan ini, kapasitas petugas di layanan HIV dan PIMS dalam pelaksanaan tes dan pengobatan HIV-AIDS dan PIMS dapat meningkat," kata Evalusi.
Sumber: Tim Media Dinkes Babel
Penulis: Adinda Chandralela
Fotografer: Lely O.
Bidang Informasi: Dinkes
 
 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved