Minggu, 3 Mei 2026

Hati-hati Penipuan, Oknum yang Ngaku Wartawan Tribun Network Sering Peras Warga Modus Video Asusila

Hati-hati penipuan yang mengatasnamakan wartawan Tribun Network. Sering peras warga dengan modus video asusila.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Iwan Satriawan
HO Tribunbengkulu.com
Oknum mengaku wartawan Tribun ditangkap polisi karena memeras warga. 

BANGKAPOS.COM -- Hati-hati terhadap orang yang mengaku sebagai wartawan Tribun Network yang justru memeras warga.

Belakangan ini memang sering terjadi penipuan hingga pemerasan yang mengaku sebagai wartawan dari Tribun Network.

Mereka para pelaku penipuan ini biasanya memeras korban dengan tebusan uang. 

Terkadang para pelaku penipuan dan pemerasan ini biasanya datang ke rumah warga dan mencari kesalahan.

Namun ada juga yang melalui telepon dan mengatasnamakan wartawan Tribun hingga mengancam korban.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Melansir Tribunparepare.com, modus wartawan abal-abal itu mengancam dengan video asusila milik korban kemudian meminta sejumlah uang.

Saat dikonfirmasi korban (enggan menyebutkan namanya) mengaku tinggal di Kota Parepare.

Korban menceritakan inti permasalahannya yang dimana seorang oknum mengaku wartawan Tribunnews akan menyebar video asusila milik korban.

"Iye. Kalau dananya tidak di transfer video di sebar luaskan, bagaimana ini pak," kata korban saat dikonfirmasi tribun timur via chat WhatsApp, Rabu (28/9/2022) siang.

Korban tentunya khawatir atas aksi pemerasan yang dilakukan oknum wartawan abal-abal tersebut.

Awal penipuan adalah saat korban menggunakan aplikasi Tantan dan bertemu dengan seorang wanita.

Selanjutnya korban melanjutkan chat dan kontak melalui whatsapp. Sampai akhirnya pelaku melakukan vc dengan korban.

Naasnya saat vc korban mengaku dihipnotis sehingga menuruti permintaan pelaku untuk melakukan tindak asusila.

“Setelah dimatikan dia minta dibayar (tranfer), ada apa ini kok minta transfer Rp150rb langsung sy transfer. Setelah itu minta lagi Rp200rb untuk penghapusan video di FB,” ujarnya.

Namun demikian, setelah itu ada oknum yang mengaku jurnalis Tribunnews.com meminta uang kepada korban.

Ancamannya, jika tidak dikirim, video tersebut akan diberitakan.

Pelaku bahkan mengirimkan video dengan logo dan bumper persis milik Tribunnews.com

Tak hanya itu, pelaku juga mengirim foto sekana-akan di ruang redaksi siap mengunggah video asusila tersebut dan memberitakannya, serta surat perintah dari pemimpin redaksi tribunnews.com.

Kejadian penipuan yang mengaku wartawan Tribun juga terjadi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Melansir TribunBengkulu.com, warga Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong mengaku mengalami pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan.

Kejadian itu terjadi pada Jumat 9 Agustus 2022 sekitar pukul 13.00 WIB lalu.

Saat itu DD sedang bekerja seperti biasa di rumahnya.

"Datang orang tak dikenal foto-foto rumah saya sama tempat kerja saya," ucapnya saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Selasa (13/9/2022).

Ia curiga, langsung menanyakan oknum tersebut, diketahui yang memfoto rumahnya itu bernama SE dan Is.

Lalu, SE pergi meninggalkan Is dan Is mengajak DD ke teras rumahnya untuk mengobrol.

"Oknum itu mempertanyakan persoalan izin dan segala macam dengan saya, seperti mencari kesalahan saya. Ia juga meminta uang sebesar Rp 500.000," ujarnya.

Ia menjelaskan kepada oknum itu, bahwa dirinya tak ada uang, lalu ia memanggil istrinya dan mengambil uang sebesar Rp 50.000.

Menurutnya, oknum itu tampak kesal setelah diberi uang Rp 50.000 dengan pecahan Rp 2.000, akhirnya kedua oknum itu tak mengambil uang yang diberikan DD.

Akhirnya seorang wartawan gadungan mengaku dari media Tribun Tipikor, akhirnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak kepolisian dari Polres Rejang Lebong, pada Selasa (27/9/2022).

Dari data yang dihimpun TribunBengkulu.com, oknum tersebut berinisial SE yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa di salah satu desa di Kabupaten Rejang lebong Provinsi Bengkulu.

Wartawan gadungan ini mengaku bekerja di media bernama 'Tribun Tipikor'. Dia diduga banyak memeras masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.

Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan oknum wartawan ini.

News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra meminta masyarakat waspada dan hati-hati terhadap komplotan penipuan yang mengkau sebagai wartawan Tribun.

"Kami meminta masyarakat agar mewaspadai tindakan orang per orang, atau mungkin sindikat, mencatut nama media Tribunnews.com untuk menipu dan memeras. Kami pastikan ini tindak kejahatan oleh orang luar, yang merusak citra media Tribun Network,," katanya.

Menurut Febby, wartawan Tribun Network dapat dipastikan bekerja secara profesional Tribun Network mengelola media cetak maupun media online, tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data, hingga April 2022, terdapat 1.411 wartawan, yang tersebar di 471 kabupaten kota se-Indonesia.

"Mereka bekerja profesional berdasarkan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan standar nilai-nilai keutamaan perusahaan Kompas Gramedia, sebagai induk perusahaan Tribun Network," kata Febby.

Diungkapkan, manajemen Tribun Network menerima banyak keluhan dan aduan terkait penipuan dan pemerasan mencatut nama Tribunnews.com. Pelaku, diduga merupakan sebuah komplotan.

Atas adanya kasus-kasus penipuan dan pemerasan ini, redaksi Tribun Network mengimbau masyarakat tidak mudah terpedaya.

Apabila pembaca mengatahui adanya pelanggaran hukum, atau bisa juga niat berbagi informasi terkait kejadian di sekitar Anda, silakan menghubungi hotline Newsroom Tribun Network Jakarta +62 811-1520-585 (telepon/whatsapp/SMS).

Boleh juga berkirim surat kepada redaksi, menggunakan alamat:

Redaksi Newsroom Tribun Network Jakarta

Jl Palmerah Selatan 14 Jakarta, Indonesia 10270

Telp :62-21 5483008 ext Sekred 4771

Email: redaksi@tribunnews.com

(Bangkapos.com/Widodo/TribunParepare.com/M Yaumil/Tribunbengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved