Breaking News:

Oknum Polwan di Riau yang Aniaya dan Keroyok Warga Sudah Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Sebelumnya, Oknum Polwan di Riau dan ibunya itu, dilaporkan oleh seorang wanita muda warga Pekanbaru bernama Riri Aprilia Kartin, ke Polda Riau

Editor: M Zulkodri
Istimewa
Oknum Polwan di riua berinisial IDr dan ibunya Yul diperiksa penyidik 

BANGKAPOS.COM---Kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan oknum Polwan di Riau berinisial IDR dan Ibunya YUL terus mendapat perhatian.

Terbaru, oknum Polwan IDR bersama ibunya YUl sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, IDR sendiri sudah di tahan di Markas Polda Riau.

Sebelumnya, Oknum Polwan di Riau dan ibunya itu, dilaporkan oleh seorang wanita muda warga Pekanbaru bernama Riri Aprilia Kartin, ke Polda Riau, pada Kamis (22/9/2022) lalu.

Bahkan kasus tuduhan penganiayaan yang dilakukan Oknum Polwan di Riau sempat viral di media sosial (medsos).

Berselang 3 hari usai korban melaporkan kejadian yang menimpanya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, akhirnya telah menetapkan Oknum Polwan di Riau berinisial IDR dan ibunya berinisial YUL sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, penyidik bergerak cepat dalam menangani laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Polwan di Riau ini.

Apalagi, kasus yang menjerat Oknum Polwan di Riau ini menjadi perhatian khusus Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal.

Di mana Irjen Iqbal menyatakan tidak akan segan untuk menindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku.

Terlebih, terduga pelaku adalah seorang oknum anggota Polri yang seharusnya memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman terhadap masyarakat.

Maka dari itu, Polda Riau berkomitmen untuk melindungi masyarakat, dengan melakukan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Penyidik telah melakukan serangkaian penyidikan, diawali pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk korban dan terlapor," kata Kombes Pol Sunarto, Minggu (25/9/2022).

"Kemudian penyidik juga telah melakukan gelar perkara pada hari ini, dan menetapkan 2 orang terlapor yakni IDR dan YUL sebagai tersangka," imbuhnya.

Lanjut Kombes Sunarto, tak hanya terjerat pidana, tersangka IDR juga dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran kode etik kepolisian.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved